Asian Agri Bantah 14 Usahanya Dibekukan

Kompas.com - 23/06/2013, 23:11 WIB
Tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dipamerkan di salah satu stan peserta International Conference and Exhibition on Palm Oil 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/5/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOTandan buah segar (TBS) kelapa sawit dipamerkan di salah satu stan peserta International Conference and Exhibition on Palm Oil 2013 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/5/2013).
EditorErlangga Djumena
JAKARTA, KOMPAS.com — Asian Agri Grup membantah 14 perusahaan kelapa sawit yang tergabung dalam kelompok usaha milik Sukanto Tanoto tersebut telah dibekukan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhuk dan HAM).

"Tidak benar bahwa 14 usaha di bawah Grup Asian Agri dibekukan pemerintah," sebut kuasa hukum Asian Agri, Sahari Banong, dalam klarifikasinya kepada Kompas.com.

Ia menyebutkan, sesuai pemberitahuan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkum-HAM, Nomor: AHU2.UM.01.01-84, pada 11 Juni 2013, Kemenhuk dan HAM meminta kepada para notaris untuk tidak melakukan perpindahan atau peralihan kepemilikan dari 14 perusahaan yang tergabung dalam Asian Agri Grup.

"Sehingga jelas tidak ada perintah pembekuan dari Pemerintah RI," tegasnya.

Saat ini, lanjut Sahari, Asian Agri mempertanyakan upaya yang dinilainya berlebihan tersebut. "Mengingat, sebagai badan usaha telah dihukum dan dikaitkan dengan putusan MA No. 2239K/Pid.Sus/2012 atas Suwir Laut, Asain Agri tidak pernah didakwa, diadili, dan diberi kesempatan membela diri. Namun (Asain Agri) telah dikaitkan dan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 2,5 triliun sebagai syarat khusus dalam putusan MA yang menghukum percobaan Suwir Laut," papar Sahari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X