Hipmi: Upah Buruh Tidak Perlu Naik Pasca Kenaikan BBM

Kompas.com - 26/06/2013, 13:18 WIB
Buruh dari Gabungan Serikat Buruh Independen memeringati Hari Kartini dengan berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (21/4/2013). Berbagai tuntutan mereka serukan antara lain penolakan diskriminasi, menolak rencana kenaikan bahan bakar minyak, naikkan upah buruh, penghapusan sistim kerja kontrak, dan penurunan harga kebutuhan pokok. Aksi ini juga dalam rangka menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei.

KOMPAS/HERU SRI KUMOROBuruh dari Gabungan Serikat Buruh Independen memeringati Hari Kartini dengan berunjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (21/4/2013). Berbagai tuntutan mereka serukan antara lain penolakan diskriminasi, menolak rencana kenaikan bahan bakar minyak, naikkan upah buruh, penghapusan sistim kerja kontrak, dan penurunan harga kebutuhan pokok. Aksi ini juga dalam rangka menyambut peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari menilai, upah buruh tidak perlu naik, pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ini.

Pasalnya, jika kenaikan gaji pekerja langsung terjadi, maka berpotensi menimbulkan kontraksi yang efeknya tidak baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Okto menyampaikan hal tersebut usai bertemu dengan Wakil Presiden Boediono di Kantor Wakil Presiden, Rabu (26/6). "Saya kira jangan terlalu terburu-buru melakuan penyesuaian-penyesuaian. Kalau semua langsung melakukan penyesuaian-penyesuaian nanti akan terjadi kontraksi terlalu cepat, dan ini tidak baik bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Okto.

Hipmi, imbuh Okto, mengapresiasi upaya pemerintah untuk mengontrol kenaikan tarif angkutan umum pasca kenaikan harga BBM. Sebab, perubahan tarif angkutan yang signifikan dapat berdampak buruh bagi pengusaha dan pertumbuhan ekonomi. Kenaikan gaji, atau pun tarif angkutan perlu melalui sejumlah tahapan.

Mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan, maka otomatis kenaikan harga akan terjadi lagi. Karena itu, jika terjadi kenaikan harga yang berturut-turut maka dampaknya cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi dan turut menyusahkan pengusaha.

Okto juga menilai, pernyataan Menteri Perindustrian M.S Hidayat tentang perubahan gaji pada tahun depan sebesar 10 persen tidak bisa dilakukan secara buru-buru tanpa perhitungan yang tepat. Sebab, perubahan gaji buruh bisa menyusahkan pengusaha yang selama ini sudah harus mengeluarkan biaya cukup besar. (Noverius Laoli)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Sumber
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

    Tangani Banjir di Bandung, Ini yang Dilakukan Kementerian PUPR

    Rilis
    Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

    Erick Thohir Dorong Generasi Muda Indonesia Buat Game Sendiri

    Whats New
    Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

    Hukum Permintaan: Pengertian, Bunyi, dan Faktor yang Memengaruhinya

    Whats New
    BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

    BPKP Lakukan Audit Terkait Dugaan korupsi Garuda Indonesia

    Whats New
    Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

    Trading Forex adalah “Ilmu Pasti” yang Tidak Pasti

    Earn Smart
    Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

    Kaji Dampak ke PLN, Pemerintah Tahan Penerapan Aturan PLTS Atap

    Whats New
    Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

    Masih Khawatir Investasi Emas Digital? Bappebti Pastikan Fisik Emasnya Ada

    Whats New
    Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

    Aplikasi Apotek Online GoApotik Raih Sertifikasi ISO 27001

    Rilis
    Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

    Kolaborasi dengan Startup, Erick Thohir Mau Hadirkan BUMN Day

    Whats New
    Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Lalu Lintas Tol Padaleunyi Dialihkan Mulai 18-21 Januari, Imbas Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Whats New
     Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

    Pesan Taxi Blue Bird Kini Bisa dari BCA Mobile Banking, Ada Diskon Hingga Rp 20.000

    Spend Smart
    Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

    Cara Daftar Vaksin Booster di Aplikasi PeduliLindungi

    Whats New
    Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

    Pengguna Aplikasi Mapan di Jawa-Bali Sudah 3 Juta Orang, Kini Sasar Sumatera dan Sulawesi

    Whats New
    Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

    Rekomendasi Sandiaga Uno: Museum Pasifika Bali Jadi Venue Side Event G20

    Whats New
    Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

    Realisasi Investasi Hulu Migas 2021 Tak Capai Target, tapi Permintaan Minyak Diprediksi Naik

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.