Diharapkan Jadi Incaran Investor, Saham Saratoga Malah Melorot

Kompas.com - 26/06/2013, 15:22 WIB
Papan yang menunjukkan pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Senin (29/4/2013). KOMPAS/HERU SRI KUMOROPapan yang menunjukkan pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Senin (29/4/2013).
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - PT Saratoga Investama Sedaya Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.

Pada pembukaan perdagangan sesi I, harga saham dibuka turun menjadi Rp 5.300 dari harga perdana saham emiten berkode SRTG ini,  yaitu Rp 5.500 per lembar saham.

Hingga pukul 15.20 saham SRTG masih melorot 13 persen atau 725 poin menjadi Rp 4.775.  

Presiden Direktur PT Saratoga, Edwin Soeryadjaya mengatakan, Saratoga akan terus berupaya untuk menjadi market leader di pasar saham Indonesia.

Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen mengharapkan PT Saratoga dapat membantu penyegaran pasar saham Indonesia di tengah pasar yang fluktuatif.

"Semoga Saratoga bisa menjadi emiten yang menjadi incaran investor, terutama investor domestik, sehingga bisa lebih menyemarakkan pasar saham Indonesia," kata Hoesen, di BEI, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Dalam pelaksanaan IPO tersebut, Saratoga telah menunjuk PT Indo Premier Securities, PT Deutsche Securities Indonesia dan PT UBS Securities Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek untuk IPO.

Presiden Direktur PT Indo Premier Securities Moleonoto mengatakan meskipun kondisi pasar sedang fluktuatif, namun ia mengapresiasi langkah PT Saratoga untuk tetap melanjutkan proses IPO.

Go public nya Saratoga ini, kata dia, akan mendorong minat para investor baik dari domestik maupun internasional.

"Saratoga tetap melanjutkan IPO dan menyeimbangkan minat investor terhadap aset dan meningkatnya kekhawatiran arah pergerakan pasar. Pasar domestik juga sekarang sedang masa transisi pasca pengumuman kenaikan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi," kata Moleonoto.

Seperti diketahui, dalam penawaran saham perdana ini, perseroan melepas sebanyak 271,3 juta lembar saham. Adapun nilai yang diraih dalam IPO menjadi Rp 1,49 triliun.

Dana hasil penawaran perdana saham akan digunakan untuk melunasi utang ke PT Saratoga Sentra Business sekitar 50 juta dollar AS. Sementara, sisa dana hasil penawaran perdana saham akan dipergunakan untuk melunasi utang akuisisi saham PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk sebesar Rp 359,4 miliar.

Di samping itu, sisa dana juga akan dipergunakan untuk mendanai kegiatan investasi, yakni produk konsumen, pelayanan, sumber daya alam, dan infrastruktur.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X