Dahlan Pastikan E-Ticketing PT KAI Tak Pakai Vendor Asing

Kompas.com - 27/06/2013, 14:20 WIB
Gerbang untuk tiket elektronik terpasang di pintu masuk peron di Staiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2013). Pemberlakuan tarif KRL berdasarkan jarak akan setelah sistem tiket elektronik dipasang di seluruh stasiun.
KOMPAS/WISNU WIDIANTOROGerbang untuk tiket elektronik terpasang di pintu masuk peron di Staiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Rabu (3/4/2013). Pemberlakuan tarif KRL berdasarkan jarak akan setelah sistem tiket elektronik dipasang di seluruh stasiun.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan PT KAI tak menggunakan vendor (perusahaan yang menyediakan atau memasok barang) asing dalam penerapan e-ticketing.

Hal ini disampaikan Dahlan dalam BUMN Innovation Expo & Awards 2013, di Jakarta Convention Centre, Kamis (27/6/2013). Saat itu, ia meminta seluruh tim inovasi dari PT KAI untuk naik ke atas panggung dan menjelaskan program e-ticketing.

Dahlan senang saat ia mengetahui, perwakilan tim inovasi PT KAI menjelaskan kalau dalam menerapkan e-ticketing, PT KAI menggunakan produk dalam negeri.

"Jadi, saya pastikan untuk menerapkan e-ticketing ini, PT KAI tidak membeli peralatan dari vendor asing. Bahkan mereka bekerjasama dengan BUMN, lainnya yaitu PT Telkom," kata Dahlan.

Penciptaan e-ticketing oleh tim inovasi PT KAI itu mendapat penghargaan sebagai The Best Product Innovation for Logistic and Transportation Sector. Dengan tidak menggunakan produk asing, Dahlan mengharapkan agar penerapan sistem itu berjalan lancar dan tidak mengalami kemacetan atau hambatan.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa e-ticketing akan mulai diterapkan di beberapa Stasiun per tanggal 1 Juli 2013.

"Dulu kita semua, termasuk saya mengalami keragu-raguan bisa beli tiket apa enggak kalau pakai cara elektronik itu. Tapi, dengan memakai e-ticketing akan membiasakan masyarakat dari kelas bawah juga untuk selangkah lebih maju dan saya yakin akan membawa perubahan besar bagi masyarakat luas," kata Dahlan.

Dengan teknologi baru e-ticketing ini, penumpang tidak perlu lagi mengantre ke loket. Mereka yang mempunyai tiket langsung menuju gate. E-ticketing juga tidak dibatasi masa waktu, hanya saldo yang membatasinya.

Saldo tersebut pun bisa diisi ulang lagi. Selain menang untuk program e-ticketing, PT KAI juga berhasil meraih penghargaan untuk inovasi sistem pencegah pelanggaran sinyal (garansi) dan Automatic Train Stop (ATS).

Dahlan mengklaim, bahwa gagasan tersebut merupakan ide asli yang baru pertama kali dimunculkan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Untuk sistem pencegah pelanggaran sinyal, Stasiun Cimahi menjadi pilot project-nya dan sistem itu telah diinstal di stasiun tersebut.

Dahlan pun meminta kepada Dirut PT KAI Ignasius Jonan untuk dapat menginstal sistem itu di seluruh stasiun kereta api yang ada di Indonesia hingga satu tahun mendatang.

"Sebenarnya, para penemu inovasi kerap jengkel karena penemuan-penemuan mereka sering tidak terpakai di Indonesia. Tapi, kalau inovasinya oleh BUMN beda, karena biaya pelaksanaan, prosedur, dan birokrasinya lebih mudah dan cepat," kata Dahlan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Pandemi Bikin Transaksi Belanja Online Produk Kosmetik Naik 80 Persen

Spend Smart
Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Gara-gara Rambut Susah Diatur, Akhirnya Mulai Bisnis Pomade Buatan Sendiri

Smartpreneur
AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

AirAsia Dapat Peringkat Tertinggi untuk Health Rating Versi Airlinerating

Rilis
Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Mendag Dorong UMKM Pasarkan Produk Secara Offline dan Online di Masa Pandemi

Whats New
Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Sejumlah Program di Sektor Ketenagakerjaan Ini Bantu 32,6 Juta Orang Selama Pandemi, Apa Saja?

Whats New
Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Perlu Diskresi untuk Koperasi Multipihak

Whats New
Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Wamendag: RCEP Bakal Berkontribusi Besar pada Ekonomi ASEAN

Whats New
IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

IPC Lanjutkan Pembangunan Terminal Kalibaru, Ditargetkan Beroperasi 2023

Rilis
Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Ignasius Jonan Diangkat Jadi Komisaris Independen Sido Muncul

Whats New
Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Menaker: 2,1 juta Korban PHK Harusnya Dapat Karpet Merah, Hanya 95.559 yang Lolos Kartu Prakerja!

Whats New
5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

5 Tahun Beroperasi, Mandiri Capital Suntik Dana ke 14 Startup dengan Total Rp 1 Triliun

Whats New
Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Jelang Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Ribuan Armada Bus Sehat

Rilis
Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Profil Edhy Prabowo: Mantan Prajurit, Jagoan Silat, hingga Pengusaha

Whats New
5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

5 Tips Mengatur Keuangan Keluarga

Earn Smart
Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Organda Keluhkan Kualitas Aspal Jalan Tol Trans Sumatera

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X