Kompas.com - 01/07/2013, 14:47 WIB
Imitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOImitasi berbagai macam valuta asing termasuk Rupiah dan Dollar Amerika Serikat menghiasi tempat penukaran valuta asing PT. D8 Valasindo di Jakarta Selatan, Senin (15/4/2013).
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia meyakini masih ada ruang untuk rupiah kembali menguat pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Kalau nanti masalah kenaikan BBM itu berdampak besar terhadap pengurangan kebutuhan energi, berarti masih ada ruang untuk rupiah agar menguat," kata Asisten Gubernur BI Hendar usai menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di DPR, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Hendar juga meyakini investor tidak akan hanya melihat satu sisi, yakni inflasi yang diakibatkan oleh kenaikan BBM menjelang Ramadhan, tetapi kemungkinan rupiah menguat tersebut.

"Kenaikan BBM juga belum terlalu berdampak pada inflasi karena basisnya berbeda," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juni 2013 tercatat sebesar 1,03 persen, meningkat dibandingkan inflasi Juni 2012 yang hanya mencapai 0,62 persen, Juni 2011 0,55 persen, Juni 2010 0,97 persen dan Juni 2009 0,11 persen.

Besarnya inflasi tersebut disumbang komponen inflasi umum sebesar 1,03 persen dan inflasi inti sebesar 0,32 persen.

Karena itu, dia mengimbau pemerintah dan semua otoritas keuangan untuk mengatur respon yang tepat kepada masyarakat agar kekhawatiran akan kenaikan biaya transportasi dapat mereda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Yang pelu kita jaga, yakni ’second round’nya (kelanjutannya) karena tahun-tahun kemarin dampaknya tidak sampai begitu, tiga bulan saja sudah kembali membaik," ujarnya.

Hendar juga mengatakan inflasi tidak akan kembali naik karena pengaruh musiman Ramadhan.

"Otoritas, termasuk BI dan pemerintah harus menjaga ekspektasi pasokan barang hingga akhir ramadhan agar tetap memberikan kepercayaan dan respon yang pas kepada pasar terkait dampak kenaikan BBM," tukasnya.

Dia menjelaskan inflasi juga tidak hanya dipengaruhi pasar domestik, tetapi juga pasar kawasan dan global.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR: Realisasi Anggaran Food Estate Jangan Tumpang Tindih

Anggota DPR: Realisasi Anggaran Food Estate Jangan Tumpang Tindih

Whats New
Cara dan Syarat Perpanjang SKCK Secara Online

Cara dan Syarat Perpanjang SKCK Secara Online

Whats New
Saham-saham Ini Berpotendi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Saham-saham Ini Berpotendi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Whats New
PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

Rilis
Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Whats New
Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Whats New
Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Whats New
Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X