Sinyalnya, Rupiah Menguat

Kompas.com - 02/07/2013, 08:32 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com — Rupiah ditutup menguat pada perdagangan spot, Senin (1/7/2013). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS di pasar spot tercatat turun 0,75 persen ke Rp 9.928 per dollar AS, meskipun kurs tengah Bank Indonesia mencatatkan kenaikan 0,05 persen menjadi Rp 9.934 per dollar AS. Diperkirakan tren penguatan rupiah berlanjut pada perdagangan hari ini.

Reny Eka Putri, analis pasar uang Bank Mandiri mengatakan, rupiah mendapatkan topangan rilis data inflasi Juni yang tercatat 1,03 persen, atau lebih rendah dari perkiraan pasar. Selain itu, defisit neraca perdagangan dan kinerja ekspor dalam negeri juga membaik.

Dari sisi global, kekhawatiran pasar terhadap prospek percepatan pengurangan dan penarikan stimulus AS mulai mereda. Selain itu, ada juga komitmen Bank Sentral China (PBoC) yang menyatakan mereka menjaga tingkat suku bunga di kisaran wajar. Reny memproyeksi, rupiah akan menguat di 9.878-9.950. Sebab, keyakinan pasar terhadap kondisi ekonomi dalam negeri mulai membaik.

Daru Wibisono, analis Monex Investindo Futures menambahkan, selain data inflasi dan ekspor, rupiah tertopang rilis data manufaktur Indonesia versi HSBC untuk Juni 2013 yang membaik. Dia memperkirakan, tren penguatan rupiah kembali berlanjut. Pada hari ini, rupiah diperkirakan akan menguat di level Rp 9.890- 9.955 per dollar AS. (Agus Triyono)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X