Ini 10 Orang Pemenang Sayembara Atasi Kemacetan

Kompas.com - 04/07/2013, 10:32 WIB
Pengguna kendaraan bermotor tersendat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2013). Pembenahan sarana angkutan umum mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang tiap hari mendera Jakarta.
KOMPAS/AGUS SUSANTOPengguna kendaraan bermotor tersendat di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2013). Pembenahan sarana angkutan umum mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang tiap hari mendera Jakarta.
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Guna mendapatkan solusi dalam mengurangi kemacetan di tol dalam kota, PT Jasa Marga (JSMR) mengadakan sayembara. Dari sayembara ini, didapatkan 10 orang pemenang dengan berbagai macam ide. Sepuluh orang pemenang mendapatkan penghargaan dari PT Jasa Marga dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.

Nantinya, kesepuluh ide dari 10 pemenang tersebut akan disaring lagi oleh Jasa Marga.

"Nanti ide-ide brilian ini akan kita satukan lagi yang nantinya akan kita gunakan untuk mengatasi kemacetan di tol dalam kota," kata Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman di Gedung BUMN, Kamis (4/7/2013).

Salah satu usulan itu ialah mengurangi kemacetan tol dalam kota dengan cara menurunkan kecepatan dan mengoptimalkan kapasitas jalan, yang diusulkan melalui proposal oleh Ariffin Azizs, seorang Pegawai Negeri Sipil Kementerian Pekerjaan Umum.

Dalam proposalnya, Ariffin mengusulkan untuk menurunkan kecepatan kendaraan dan memperkecil kebutuhan ruang, serta meningkatkan kapasitan jalan dan juga memperbanyak jumlah jalur jalan.

Menanggapi hal ini, Dahlan Iskan menyebutkan bahwa ide-ide ini segera dilaksanakan. Pihaknya akan membantu dengan mengeluarkan surat perizinan.

"Tentang perizinan, ajukan saja. Saya setuju semua, di sini birokrasinya mudah. kalau tidak diputuskan hari ini, dua tahun lagi tidak tahu jadi apa. Harus langsung dikerjakan," tegasnya.

Selain Ariffin, pemenang lainnya yakni, Zulfika Satria, seorang mahasiswi Universitas Diponegoro, Semarang, dengan proposal perpaduan car sharing dan transit hub.

Selain itu, ada pula Agus Alamsyah dengan proposal pemindahan pintu keluar tol menjauhi titik persimpangan; Mukhtar Yusuf dengan pemberian solusi untuk memindahkan posisi masuk tol menjadi sebelum persimpangan dan pintu keluar tol setelah persimpangan;

Heri Purwanto mempunyai ide mengurangi kepadatan lalin karena efek persilangan lalu lintas setelah gerbang pintu masuk; Andika Sunandar dengan ide solusi konstruksi dengan penerapan smart exit area;

Lukman Talibo dengan ide optimalisasi kontrol lalin untuk mengurangi antrean di pintu keluar tol; Mega Novethriska yang mempunyai solusi park and ride; Adi Prasetyo yang memberikan proposal berjudul "papan informasi sebagai solusi dalam mengurangi kemacetan"; dan Prapanca Nugraha dengan usul pembatasan penggunaan kendaraan pribadi melebihi penggunaan kendaraan umum di tol dalam kota.

Kemacetan di jalan tol dalam kota sudah hampir setiap hari menghantui para pengendara. Kemacetan tersebut terjadi karena volume lalu lintas sudah melampaui kapasitas jalan yang ada. Padahal jalan tol tidak mungkin lagi dilebarkan karena tidak tersedianya lahan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X