Indonesia Akan Beli Lahan Ternak di Australia Rp 300 Miliar

Kompas.com - 04/07/2013, 15:52 WIB
Sebuah peternakan sapi di Australia blogs.abc.net.auSebuah peternakan sapi di Australia
|
EditorBambang Priyo Jatmiko


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia, melalui PR Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) akan membeli lahan yang akan digunakan untuk peternakan di Australia senilai sekitar Rp 300 miliar.

Menteri BUMN Dahlan Iskan menjelaskan pihaknya telah menunjuk RNI untuk mengelola peternakan tersebut. Saat ini proses studi kelayakan sedang dilakukan, sebelum investasi senilai Rp 300 miliar dimulai.

RNI adalah BUMN yang bergerak di bidang agro industri, farmasi dan alat kesehatan, serta perdagangan dan distribusi.

"Pembelian itu harus ada penilaian dari sisi hukum. Makanya dilakukan studi kelayakan," katanya di Gedung Kementerian Perekonomian, Kamis (4/7/2013).

Dahlan menambahkan, ia akan menghubungi Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia guna membicarakan pembelian lahan tersebut. Diharapkan, lahan itu sudah dapat dibeli pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro menyatakan pihaknya memang telah mematangkan rencana pembelian itu.

"Kemungkinan yang akan kami beli adalah perusahaan ternak yang sudah jadi. Ini untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di dalam negeri," ujar Ismed kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, RNI telah meluncurkan produk baru berupa daging kemasan dengan dengan merek Raja Daging seharga Rp 70.000 per kilogram.

Ismed Hasan Putro mengungkapkan, untuk tahap awal perseroan akan menjual daging kemasan tersebut di wilayah Jabodetabek.

RNI bisa menjual daging di bawah harga pasar saat ini karena berhasil memangkas rantai distribusi. Dengan harga Rp 70.000 per kg, perseroan masih mendapatkan margin keuntungan.

"Kami mengambil daging itu dari lokal, yaitu dari sapi yang ada di penggemukan milik PTPN. Dengan demikian, harga jauh lebih murah dari daging yang ada di pasaran saat ini,"



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Arti Finansial?

Apa Arti Finansial?

Whats New
Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Sri Mulyani Beberkan Alasan Harus Tambah Utang Negara saat Pandemi

Whats New
Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

Genap 10 Tahun, Ini Bentuk Apresiasi dan Komitmen Blibli Sambut Hari Jadi

BrandzView
Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Whats New
[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X