Kompas.com - 07/07/2013, 11:48 WIB
Tas berbahan rumput ketak produksi Mawar Yanti KOMPAS/SRI REJEKITas berbahan rumput ketak produksi Mawar Yanti
EditorErlangga Djumena

Janda Malaysia

Produksi kerajinan ini melibatkan ribuan orang, sebagian besar perempuan. Sebanyak 30 perempuan bekerja di bengkel kerja Mawar. Mereka adalah istri-istri yang ditinggal suaminya bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Sebagian besar pekerja lainnya membawa pulang bahan baku dan dikerjakan di rumah dengan upah borongan, di bawah koordinasi 10-15 orang.

Upahnya bervariasi, bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan pengerjaan. Misalnya, untuk tas tangan berbentuk keranjang kecil yang dikerjakan 3-4 hari diganjar upah Rp 100.000-Rp 150.000 per buah. Kebanyakan mengerjakannya sebagai sampingan setelah selesai memasak dan bebersih rumah atau bekerja di sawah.

”Banyak dari ’janda-janda Malaysia’ ini, istilah kami untuk istri yang ditinggal suaminya menjadi TKI di Malaysia, hanya mendapat kiriman uang enam bulan sekali. Tentu susah sekali mengatur keuangan keluarga dengan kondisi seperti itu. Dengan membuat kerajinan ketak, mereka bisa mendapat tambahan penghasilan,” kata Mawar.

Produksi tas rumput Mawar setiap bulannya mencapai 1.500 buah per bulan dengan harga jual Rp 150.000-Rp 1,5 juta per buah. Semakin rapat anyaman rumput, harga barang jadinya semakin mahal karena semakin lama dan sulit pengerjaannya.

Cara mengolah rumput ketak, rumput yang sebenarnya termasuk jenis pakis ini, dibelah lantas dikeluarkan intinya lalu diserut sesuai ukuran yang diinginkan. Setelah kering baru dianyam menjadi barang kerajinan. Baik bagian luar maupun inti rumput dapat dianyam. Peralatan yang digunakan sederhana, yakni pisau dapur, pisau serut, dan kulit bekas baterai untuk menyeragamkan ukuran rumput. ()

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.