Kompas.com - 08/07/2013, 20:34 WIB
Rhenald Kasali KOMPAS IMAGESRhenald Kasali
EditorBambang Priyo Jatmiko

Budhi Haryanto, seorang penemu, selama sepuluh tahun berkutat dengan teknologi ini. Putra Solo yang sempat “bertapa” di Seatle Amerika Serikat ini berhasil menemukan teknologi yang ia butuhkan untuk membuat embun dari udara Indonesia.

Lima tahun yang lalu ia ditemui oleh Bill Clinton di Hongkong. Berita itu menggemparkan Amerika Serikat. Tetapi oleh komedian TV Jay Leno dijadikan bahan lawakan. Leno masih berpikir Budhi mengumpulkan embun dari satu daun ke daun lainnya, bukan teknologi. Padahal bukan seperti itu.

Beberapa hari lalu saya mengunjungi pabrik air minumnya di daerah pinggiran  yang sejuk tak jauh dari Jakarta. Sebuah alat seukuran Container besar bekerja 24 jam menarik udara segar yang dikondensasi menjadi embun. Kantornya sejuk, ditiup udara yang sudah ia bersihkan.

Melalui uji coba bertahun-tahun ia berhasil membuat embun dalam skala medium yang ramah lingkungan. Pabrik perdananya bisa menghasilkan 20 ribu liter air embun sehari.  Embun-embun itu ia uji di laboratorium Departemen Kesehatan dan uji teknis di lab RS Dr. Soetomo Surabaya.

Kitab suci tidak berbohong: Air-air embun itu  punya khasiat besar menggelontorkan kolesterol jahat. Bahkan dalam banyak kasus menyembuhkan sejumlah penyakit seperti auto imun.

Dari sebuah lab di Amerika Serikat ia juga mendapatkan jawaban  yang mencengangkan. Air ini bebas mineral logam-logam unorganic.  Itu sebabnya air Purence yang didapat dari embun itu selama beberapa tahun ini diterima oleh Kedubes Amerika Serikat di Jakarta.

Kemarin dalam peringatan 4th of July (Kemerdekaan Amerika Serikat) saya menyaksikan Purence sebagai satu-satunya merek lokal yang menjadi sponsor hidangan di rumah duta besar Amerika Serikat. Berjaya di antara merek-merek global dari Amerika Serikat (Strarbucks, Coke, Chilis, KFC dll), Indonesia harus bangga bahwa teknologinya terbilang maju.

Saya pikir ada baiknya pemerintah memanfaatkan teknologi ini untuk membantu para pengungsi korban gempa. Pemda DKI yang menghadapi masalah merosotnya dasar tanah di Jakarta perlu mengkajinya.

Demikian pula pusat-pusat hiburan seperti Taman Impian Jaya Ancol bisa membuat air sendiri.  Ini peluang besar bagi Indonesia untuk menyelamatkan lingkungan, sekaligus menyelamatkan kesehatan the next generation.  Banggalah menjadi Indonesia.


Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X