Bongkar Muat Lama, Menhub: Banyak Banget Masuk Barang

Kompas.com - 09/07/2013, 15:45 WIB
Pekerja di tempat pemeriksaan fisik terpadu yang baru dioperasikan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/1/2013). Layanan baru ini merupakan upaya bersama Bea Cukai dan Balai Karantina untuk pemeriksaan fisik barang secara terpadu sehingga mempercepat layanan. KOMPAS/HERU SRI KUMORO HERU SRI KUMOROPekerja di tempat pemeriksaan fisik terpadu yang baru dioperasikan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/1/2013). Layanan baru ini merupakan upaya bersama Bea Cukai dan Balai Karantina untuk pemeriksaan fisik barang secara terpadu sehingga mempercepat layanan. KOMPAS/HERU SRI KUMORO
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengatakan. waktu bongkar muat (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok yang lama, sebagai konsekuensi tumbuhnya perekonomian Indonesia. 

"Memang ekonomi kita sedang tumbuh, jadi banyak banget masuk barang. Pelabuhan Kalibaru lagi dibangun lebih luas, ada tiga terminal. Karena ini belum selesai, makanya (pelabuhan Tanjung Priok) terjadi penumpukan," kata Mangindaan saat ditemui di Gedung DPR Jakarta, Selasa (9/7/2013).

Mangindaan berharap jika Pelabuhan Kalibaru (The New Tanjung Priok Port) bisa selesai,  penumpukan kontainer yang berisi barang-barang bisa diatasi.

Di sisi lain, masalah dwelling time ini juga bisa dikurangi dengan adanya pengoperasian dry port di Cikarang.

Untuk sementara, regulasi tentang dry port ini sudah ada dan segera bisa dikeluarkan. Sehingga pelabuhan baru tersebut bisa segera dioperasikan dan bisa mengurai penumpukan barang di Tanjung Priok.

"Mudah-mudahan segera ada keputusan soal itu (dry port)," tambahnya.

Mangindaan juga berharap agar masalah dwelling time ini segera dicari permasalahan dan solusinya. Untuk perusahaan yang memarkir kontainer di pelabuhan, Mangindaan berharap agar setelah ada izin barang keluar, maka kontainer bisa lekas dibongkar dan lekas didistribusikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Perusahaan jangan sampai kalau sudah ada izin, jangan ditahan di sana. Tapi ada alasan juga dari perusahaan, biasanya abcde, banyak alasannya. Ini memang lagi cari jalan keluar dari otoritas pelabuhan," jelasnya.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X