Rp 392 M Kredit Bermasalah di Papua dan Papua Barat

Kompas.com - 10/07/2013, 02:30 WIB
ILUSTRASI shutterstockILUSTRASI
EditorPalupi Annisa Auliani
PAPUA, KOMPAS.com — Kasus kredit macet di Papua dan Papua Barat hingga Mei 2013 mencapai Rp 392 miliar. Angka ini meningkat 23 persen dari periode yang sama pada 2012.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jayapura Hasiholan Siahaan mengatakan kredit macet di Papua mencapai Rp 245 miliar, sedangkan di Papua Barat Rp 63 miliar. "Kasus kredit macet di Papua terbanyak di sektor listrik, gas, dan air, sedangkan untuk Papua Barat terbanyak di sektor pertambangan," ujar dia.

Hasiholan menduga kredit macet di kedua provinsi disebabkan oleh belum rampungnya pekerjaan kreditor sehingga belum mendapatkan pembayaran untuk mencicil atau melunasi kredit. Perubahan musim, ujar dia, bisa juga membuat petani yang memiliki kredit menjadi menunggak.

Dalam kesempatan yang sama, Hasiholan mengatakan total kredit yang telah disalurkan perbankan di kedua provinsi per Mei 2013 mencapai Rp 21,5 triliun. Dari total kredit tersebut, Rp 15,7 triliun dikucurkan di Papua, dan selebihnya di Papua Barat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X