Kantongi Izin Kembali Garap Tambang, Freeport Pangkas Target Produksi

Kompas.com - 10/07/2013, 04:17 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TIMIKA, KOMPAS.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengizinkan kembali PT Freeport Indonesia mengoperasikan tambang bawah tanah mereka. Sebelumnya, seluruh operasional tambang perusahaan tersebut dihentikan, menyusul runtuhnya terowongan Big Gossan di Mil 74 Distrik Tembagapura, Timika, Papua, pada 14 Mei 2013. Penghentian operasi disebut berdampak pada target produksi perusahaan ini.

"Mereka sudah boleh kembali melakukan aktivitas penambangan baik di areal terbuka (open pit) maupun under ground," kata Thamrin Sihite, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, di Kantornya, Selasa (9/7/2013).

Sebelumnya, Rozik B Soetjipto, Direktur Utama Freeport Indonesia mengatakan dalam siaran pers-nya kegiatan produksi tambang bawah telah dimulai sejak Selasa. Dia mengatakan produksi bijih pada tahun ini diproyeksikan bakal merosot Hingga 20 persen, atau sekitar 160.000 ton hingga 170.000 ton bijih per hari. "Perkiraan kami, pada tahun ini hanya akan mencapai 80 persen dari target, karena selama dua bulan produksi berhenti," kata dia.

Sementara Juru Bicara PT Freeport Indonesia (PTFI), Daisy Primayanti, melalui siaran pers mengatakan perusahaannya akan menjalankan semua rekomendasi Kementerian ESDM saat memulai kegiatan di tambang bawah tanah.

Dalam proses investigasi runtuhnya terowongan Big Gossan, kata Daisy, telah dilakukan review yang berfokus memastikan berfungsinya peralatan pemantau kondisi tanah dan standar keselamatan di areal pertambangan PTFI, khususnya pada tambang bawah tanah.

Daisy mengklaim peralatan yang dipasang saat ini di areal pertambangan PTFI merupakan teknologi terbaru dan terbaik. Walaupun proses investigasi sudah dilakukan pihak Inspektorat Tambang Kementerian ESDM dan ada sejumlah rekomendasi, Daisy mengatakan perusahaannya tetap mempelajari penyebab kecelakaan dengan melakukan investigasi internal.

Sebelumnya, PT FI telah terlebih dahulu mendapatkan izin pengoperasian kembali kawasan tambang terbuka, pada Sabtu (22/6/2013). Bersama izin itu, PT FI juga sudah boleh mengoperasikan pengolahan biji (Mill).

Insiden runtuhnya terowongan Big Gossan yang menimbun ruang kelas 11 Quality Manajement Services (QMS) Underground, menyebabkan 28 orang tewas dan 10 orang terluka. Pada 31 Mei 2013,  seorang pekerja PT FI juga tewas tertimbun material biji basah (wet muck) saat perawatan tambang bawah tanah Deep One Zone (DOZ) di Mil 74.

Setelah kedua insiden, Kementerian ESDM kemudian menghentikan semua kegiatan pertambangan yang dilakukan PTFI. Di bawah bendera Freeport-McMoran Copper & Gold Inc, PT FI adalah perusahaan terbesar.

Perusahaan yang beroperasi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika saat ini mengoperasikan tambang terbuka Grasberg serta tambang bawah tanah, Big Gossan dan DOZ. Selain itu, PTFI juga sedang membangun 2 tambang bawah tanah yakni Deep MLZ dan Grasberg Underground. Dua tambang bawah tanah yang sedang dibangun itu rencananya akan mulai berproduksi pada 2016, seiring penutupan tambang terbuka Grasberg.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
    Sumber


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

    Pemerintah Tambah Kuota Pertalite dan Solar, Bagaimana Kualitasnya?

    Whats New
    BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

    BLK Komunitas Diminta Dorong Minat Masyarakat dalam Berwirausaha

    Rilis
    Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

    Harga Minyak Mentah ICP September 2022 Turun, Jadi 86,07 Dollar AS Per Barrel

    Whats New
    Hadapi Resesi Global, UMKM Harus Diperkuat

    Hadapi Resesi Global, UMKM Harus Diperkuat

    Whats New
    Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

    Kementerian PUPR Ungkap Investor Asing Minat Bangun Perumahan di IKN Nusantara

    Whats New
    Keppel, MHI, dan DNV Jajaki Implementasi Turbin Gas Berbahan Bakar Amonia di Singapura

    Keppel, MHI, dan DNV Jajaki Implementasi Turbin Gas Berbahan Bakar Amonia di Singapura

    Whats New
    Strategi Lazada Kembangkan Talenta Digital di Indonesia

    Strategi Lazada Kembangkan Talenta Digital di Indonesia

    Whats New
    BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

    BPH Migas Ungkap Alasan Tambah Kuota Pertalite dan Solar hingga Akhir Tahun

    Whats New
    Adira Finance Punya Komisaris Baru, Ini Sosoknya

    Adira Finance Punya Komisaris Baru, Ini Sosoknya

    Whats New
    Aktif Terapkan ESG, PGE Raih Penghargaan Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM

    Aktif Terapkan ESG, PGE Raih Penghargaan Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM

    Whats New
    IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Melesat 3 Persen

    IHSG Ditutup Menguat, Saham Sektor Energi Melesat 3 Persen

    Whats New
    Genjot Pendanaan 'Startup', MCI Luncurkan Program Xponent

    Genjot Pendanaan "Startup", MCI Luncurkan Program Xponent

    Whats New
    Bahlil: Kalau Kita Tidak Ciptakan Lapangan Kerja, Kampus Bisa Jadi Pabrik Pengangguran

    Bahlil: Kalau Kita Tidak Ciptakan Lapangan Kerja, Kampus Bisa Jadi Pabrik Pengangguran

    Whats New
    Ini Penyebab Elon Musk Malas Bikin Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

    Ini Penyebab Elon Musk Malas Bikin Pabrik Kendaraan Listrik di Indonesia

    Whats New
    Simak Sektor Saham Pilihan Mirae Asset Sekuritas pada Oktober 2022

    Simak Sektor Saham Pilihan Mirae Asset Sekuritas pada Oktober 2022

    Earn Smart
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.