Kebutuhan Uang Jelang Lebaran Capai Rp 103,1 Triliun

Kompas.com - 10/07/2013, 19:43 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) memperkirakan kebutuhan uang masyarakat saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri pada tahun ini sebesar Rp 103,1 triliun. Nilai tersebut meningkat sebesar Rp 17,4 triliun dibanding realisasi tahun lalu.

Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs mengatakan, kebutuhan uang pecahan besar (UPB) diproyeksikan sebesar Rp 93,4 triliun dan uang pecahan kecil (UPK) diproyeksikan sebesar Rp 9,7 triliun.

"Kami meyakini dapat memenuhi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Lebaran tahun ini, baik dari sisi jumlah total maupun jumlah per pecahan," kata Peter dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (10/7/2013).

Peter menambahkan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, umumnya terjadi peningkatan kebutuhan uang tunai dan sistem pembayaran non-tunai.

Tahun ini diperkirakan akan terjadi kenaikan sekitar 20 persen, antara lain dipengaruhi oleh faktor pembagian gaji ke-13 PNS/TNI/Polri dan bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

Di sisi lain, infrastruktur dan layanan sistem pembayaran non-tunai juga telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan transaksi pembayaran non-tunai (RTGS, kliring) yang volume transaksinya selalu meningkat rata-rata 14 persen di atas transaksi normal harian.

Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, sejak 1 Mei 2013, batas maksimum transfer dana melalui kliring telah ditingkatkan hingga Rp 500.000.000 per transaksi. Batas ini juga didukung dengan sistem transfer dana close to real time "Si Kilat" (Sistem Kliring Kini Lebih Cepat).

Kliring diharapkan dapat menjadi alternatif bertransaksi secara cepat dan murah. Dalam menghadapi lonjakan transaksi RTGS dan kliring ini, BI akan bekerja sama dengan perbankan, bahkan akan menambah jam layanan operasional apabila diperlukan.

Di samping itu, untuk memfasilitasi kebutuhan transfer dana, per tanggal 15 Juli 2013, transfer dana antar-jaringan pembayaran domestik (melibatkan perbankan anggota dari jaringan ALTO, ATM Bersama dan Prima) serta transfer dari orang ke orang (P to P transfer) melalui operator telekomunikasi (Indosat, Telkomsel, dan XL) sudah dapat digunakan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X