Bursa Tokyo Dibuka Lebih Rendah Seiring Pelemahan Dollar AS

Kompas.com - 11/07/2013, 08:41 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TOKYO, KOMPAS.com - Bursa saham Tokyo dibuka 0,91 persen lebih rendah pada Kamis (11/7/2013). Penurunan ini terjadi setelah nilai tukar dollar Amerika melemah terhadap yen Jepang, menyusul spekulasi Bank Sentral AS atau Federal Reserve akan mempertahankan program stimulusnya untuk beberapa waktu.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) turun 131,79 poin menjadi 14.284,81 dalam menit-menit pertama perdagangan Kamis. Dollar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya di New York pada Rabu, setelah Ketua Federal Reserve Ben Bernanke membantah spekulasi bahwa Fed akan segera menarik dukungannya yang luar biasa terhadap ekonomi AS.

Dollar AS atau Greenback berpindah tangan di level 99,11 yen pada awal perdagangan Kamis, setelah sebelumnya diperdagangkan di level 99,59 yen di New York dan mendekati 101 yen di Tokyo pada pada akhir Rabu. Sementara Euro dibeli 1,3111 dollar AS dan 129,98 yen setelah sebelumnya 1,3013 dollar AS dan 129,59 yen di perdagangan AS.

"Sebagian besar dari tanda-tanda itu telah mengirim telegram ke pasar-pasar menunjukkan bahwa pengurangan program pelonggaran Fed  akan dimulai lebih awal," kata manajer umum ekuitas SMBC Nikko Securities Hiroichi Nishi. Tapi, kata dia, komentar terbaru Bernanke "menghantam sebagai kejutan".

Bernanke, yang berbicara di Cambridge, Massachusetts, Rabu (10/7/2013), menegaskan kebijakan uang longgar Fed masih diperlukan, karena pasar pekerjaan masih lemah dan inflasi terlalu rendah untuk kenyamanan. "Kedua sisi pekerjaan dan sisi inflasi mengatakan bahwa kita perlu lebih akomodatif," katanya, menjawab pertanyaan setelah pidato.

"Selain itu, bagian lain dari kebijakan ekonomi makro, kebijakan fiskal, kini sebenarnya cukup ketat .... Menempatkan itu semua bersama-sama, saya pikir Anda hanya dapat menyimpulkan bahwa kebijakan moneter yang sangat akomodatif untuk masa mendatang adalah apa yang dibutuhkan dalam ekonomi AS," katanya.

Saham-saham di Wall Street berakhir bervariasi pada Rabu dengan Dow Jones Industrial Average merayap turun 0,06 persen menjadi 15.291,66.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

Whats New
Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

BrandzView
Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Whats New
Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Whats New
Penunjukkan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Penunjukkan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Whats New
Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Whats New
Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Whats New
PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Whats New
5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

Smartpreneur
Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Whats New
Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Whats New
Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Whats New
Tjahjo Sebut 8 Aspek Perkuat Kinerja Kejaksaan, Mulai Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Batas Pensiun

Tjahjo Sebut 8 Aspek Perkuat Kinerja Kejaksaan, Mulai Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Batas Pensiun

Whats New
BPK Ungkap Ada 6.011 Masalah di APBN 2021, Nilainya Capai Rp 31,34 Triliun

BPK Ungkap Ada 6.011 Masalah di APBN 2021, Nilainya Capai Rp 31,34 Triliun

Whats New
Tak Hanya Tren, Fesyen Berkelanjutan Kini Jadi Kebutuhan

Tak Hanya Tren, Fesyen Berkelanjutan Kini Jadi Kebutuhan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.