BI: Semester I, Rupiah Melemah 2,09 Persen

Kompas.com - 11/07/2013, 15:17 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, nilai tukar rupiah selama semester I-2013 melemah sebesar 2,09 persen menjadi Rp 9.925 per dollar AS. Pelemahan rupiah ini menunjukkan fundamental nilai tukar tukar di tanah air.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, pelemahan tersebut merupakan pelemahan point to point selama satu kuartal terakhir. Sehingga nilai tukar rupiah tersebut dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

"Bila point to point, rupiah turun 2,09 persen, tapi secara rata-rata turun 1,03 persen menjadi Rp 9.781 per dollar AS," kata Agus saat konferensi pers di Gedung BI Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Pelemahan rupiah ini juga turut dipengaruhi dari membaliknya investor non residence di aset surat berharga domestik atau pasar saham tanah air. Hal ini mengantisipasi stimulus fiskal yang diberikan Amerika Serikat mulai diberlakukan tahun ini.

"Tapi kondisi ini memang mencerminkan gambaran kondisi fundamental Indonesia," jelasnya.

Agus menambahkan, kondisi ini memang dipengaruhi oleh pertumbuhan perekonomian global yang cenderung melambat dan diliputi ketidakpastian ekonomi global yang tinggi. Begitu juga kondisi perekonomian Amerika Serikat yang belum pulih.

Sementara kondisi Eropa juga belum ada tanda-tanda perbaikan berarti. Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi China dan India yang tercatat lebih rendah dari proyeksinya. "Meski ini masih cukup tinggi," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X