Kinerja Saham Properti Tertekan Kenaikan BI Rate

Kompas.com - 12/07/2013, 16:09 WIB
Ilustrasi: Aktivitas karyawan Mandiri Sekuritas tengah memantau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi: Aktivitas karyawan Mandiri Sekuritas tengah memantau pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kinerja saham-saham properti dalam beberapa pekan ini anjlok signifikan, bahkan indeks sektor properti dalam sebulan ini turun hingga sekitar 20 persen.

Sementara itu, saham-saham properti yang sebelumnya kinclong, belakangan ini meredup. Sebut saja BSDE yang dalam sebulan ini telah terkoreksi sebesar 20,76 persen, ASRI -15,29 persen, SMRA (0,20 persen), LPKR (-26,75 persen).

Dalam riset yang dirilis PT Mandiri Sekuritas, Jumat (12/7/2013) disebutkan bahwa secara historis, indeks saham emiten properti cukup sensitif terhadap kebijakan moneter dari Bank Indonesia.

BI rate naik, akan menekan harga saham emiten properti. Sebaliknya, kinerja saham sektor properti akan membaik ketika BI menurunkan suku bunga.

Namun demikian, ketentuan BI yang akan menerapkan uang muka (down payment/DP) lebih tinggi untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya diperkirakan tak banyak menekan kinerja saham sektor ini.

"Tahun lalu dengan DP dinaikkan, pertumbuhan KPR masih tinggi yaitu 22% dan 10% di antaranya masih dimanfaatkan untuk pembelian rumah kedua. Untuk itu, pemerintah menetapkan DP yang lebih tinggiuntuk rumah kedua yaitu 40 persen dan 50% untuk rumah ketiga," tulis Mandiri Sekuritas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X