Fitch Turunkan Peringkat Utang Perancis

Kompas.com - 13/07/2013, 07:48 WIB
Ilustrasi tumbangnya rating utang Perancis, dari peringkat tertinggi Ilustrasi tumbangnya rating utang Perancis, dari peringkat tertinggi "AAA" ke "AA ". Pemangkasan peringkat terakhir dilakukan Fitch, Jumat (12/7/2013). Gambar ilustrasi diambil pada 2011. AFP/PHILIPPE HUGUEN
|
EditorPalupi Annisa Auliani
PARIS, KOMPAS.com — Lembaga pemeringkat Fitch, Jumat (12/7/2013), menurunkan peringkat kredit Perancis dari tingkat teratas "AAA" menjadi "AA+". Alasan penurunan peringkat ini karena beban utang Perancis dinilai meningkat, bersamaan dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang buruk.

Fitch menjadi yang terakhir dari tiga lembaga pemeringkat utama, yang memangkas peringkat utang Perancis menjadi AA+. Tahun lalu, Standard & Poor’s dan Moody’s sudah menurunkan peringkat negara itu dari peringkat tertinggi AAA.

Sebelumnya Fitch yang sebagian sahamnya dimiliki Perancis, telah memperingatkan bahwa negara itu sudah sampai batas terbawah untuk dapat mempertahankan rating tertinggi. Namun, karena Fitch menghitung utang publik negara itu akan mencapai puncaknya pada tahun depan, mencapai sekitar 96 persen produk domestik bruto, tak ada pilihan bagi Fitch selain menurunkan peringkat "kredibilitas" berutang Perancis.

Dalam pernyataannya, Fitch menyatakan dalam kajian peringkat sebelumnya bahwa batas tingkat utang yang konsisten agar Perancis tetap mendapat peringkat AAA adalah asumsi utang harus mulai diturunkan mulai 2014.

Masalah fiskal telah menjadi persoalan mendesak bagi Perancis karena prospek pertumbuhan ekonomi yang tak pasti dan krisis zona euro yang berkepanjangan. "Sekalipun tak ada keraguan soal komitmen atas konsolidasi fiskal," tulis pernyataan Fitch.

Kebijakan fiskal tak efektif

Sejak Francois Hollande dari kubu sosialis menjadi Presiden Perancis sejak 2013, pemerintahannya telah menaikkan pajak, menerapkan target reformasi, dan memotong belanja pemerintah untuk mengurangi besarnya beban utang. Namun, krisis zona euro dan resesi berkepanjangan di kawasan itu telah membuat langkah-langkah tersebut tak efektif. Angka pengangguran di Perancis melonjak dalam 15 tahun terakhir, menjadi 10,9 persen per Mei 2013.

"Melemahnya prospek ekonomi merupakan faktor utama di balik kenaikan defisit anggaran, dan Perancis membutuhkan lebih banyak waktu untuk memenuhi aturan Uni Eropa tentang pengeluaran pemerintah," lanjut paparan Fitch. Lembaga pemeringkat ini pun memperkirakan ekonomi Perancis akan mengalami kontraksi 0,3 persen pada 2013 dan hanya akan tumbuh tipis 0,7 persen pada 2014.

Menteri Keuangan Perancis Pierre Moscovici menepis alasan penurunan peringkat tersebut. Dalam pernyataan Jumat (12/7/2013), dia mengatakan bahwa obligasi Perancis adalah yang paling aman dan paling liquid di zona euro. Menurut Moscovici, kepercayaan investor yang kuat dan yield rendah surat utang Perancis, memperkuat keyakinan bahwa strategi pemerintahnya sudah benar.



Sumber AFP/ANTARA
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X