Kompas.com - 14/07/2013, 15:37 WIB
Layar televisi yang menunjukkan kurs mata uang di Bank BNI Jakarta, Selasa (28/5/2013). Berdasar kurs tengah Bank Indonesia, rupiah ditutup Rp 9.810 per dollar Amerika atau melemah dibanding sehari sebelumnya Rp 9.792.
KOMPAS/HERU SRI KUMOROLayar televisi yang menunjukkan kurs mata uang di Bank BNI Jakarta, Selasa (28/5/2013). Berdasar kurs tengah Bank Indonesia, rupiah ditutup Rp 9.810 per dollar Amerika atau melemah dibanding sehari sebelumnya Rp 9.792.
|
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang telah menaikkan suku bunga acuan BI (BI rate) menjadi 6,5 persen dinilai tidak mampu mengangkat rupiah dari pelemahannya.

"Kenaikan BI rate sebesar 50 bps menjadi 6,5 persen tidak banyak berpengaruh karena rupiah justru terimbas penurunan dalam yen Jepang setelah Bank of Japan (BoJ) berusaha memompa likuiditas di pasar keuangannya," kata analis Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (14/7/2013).

Reza menambahkan, rupiah yang saat ini melemah banyak dipicu oleh pelemahan sejumlah mata uang Asia. Dimulai dari yuan yang turun setelah Bank of China (BoC) menetapkan tingkat referensi mata uangnya di level yang rendah. Lalu, dollar Australia yang juga melemah setelah bank sentralnya kemungkinan akan menurunkan tingkat bunga acuannya pada bulan depan.

Selanjutnya Rupee yang juga melemah terimbas kenaikan dollar AS dengan pertimbangan The Fed akan mulai mengurangi stimulusnya. Sementara itu, sentimen lainnya antara lain datang dari data turunnya industrial dan manufacturing production Inggris dimana nilai Euro melemah terhadap dollar AS.

Di sisi lain, penguatan Won setelah beredarnya spekulasi para eksportir mengambil keuntungan dari pelemahannya terhadap dollar AS lalu melakukan aksi ambil untung (profit taking) terhadap dollar AS.

Pelemahan rupiah juga dipicu oleh apresiasi Euro setelah kabar para Menteri Keuangan Uni Eropa setuju untuk memberikan bantuan kepada Yunani senilai 3 miliar Euro (sekitar 3,9 miliar dollar AS).

Meski juga terdapat sentimen negatif lain bagi laju Euro setelah belum adanya titik temu antara Badan Eksekutif Uni Eropa dan parlemen Jerman dalam membahas cetak biru untuk pengelolaan restrukturisasi bank gagal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Serta rilis tetapnya inflasi Jerman dan ekspektasi akan kenaikan inflasi Inggris pada rilis minggu depan meskipun laju Euro masih terhambat dengan adanya rilis penurunan current account Perancis," tambahnya.

Sekadar catatan, pasca pengumuman kenaikan BI rate pada Kamis (11/7/2013), rupiah justru melemah menjadi Rp 9.979 per dollar AS. Begitu juga di hari Jumat (12/7/2013), rupiah malah melemah kembali di level Rp 9.980 per dollar AS. Nilai tukar rupiah tersebut semakin melemah apabila dibanding posisi rupiah di awal pekan yang masih berada di level Rp 9.960 per dollar AS.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

[KURASI KOMPASIANA] Menikmati 2 Kota Tuan Rumah Olimpiade hingga Roh Gentayangan di Benteng Romawi Kuno

Rilis
Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, Himbara Siap Genjot Penyaluran Kredit

Whats New
Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Jakpro Gandeng PGN Bangun Infrastrktur Gas Bumi di Jakarta

Rilis
Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Sambut Ultah Ke-12, Tokopedia Dorong Percepatan Digitalisasi UMKM

Whats New
Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Bank BUMN Pede Kredit Bisa Tumbuh hingga 7 Persen

Whats New
RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

RI Keluar dari Resesi, OJK Bakal Dorong Pemda Salurkan KUR Pertanian

Whats New
Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Varian Delta Tekan Ekonomi Kuartal III, Pemerintah Andalkan Kuartal IV

Whats New
Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Bagaimana Tahapan Penyusunan APBN?

Whats New
Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Chatib Basri Ungkap Solusi Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal III 2021

Whats New
Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Ekonomi RI Tumbuh 7,07 Persen, Mendag: Konsumsi Membaik ke Masa Sebelum Pandemi

Whats New
Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Meski Dihantam Varian Delta, Sri Mulyani Pede Ekonomi Kuartal III Sentuh 5,7 Persen

Whats New
Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Menteri Pertanian: Penyaluran KUR 2021 Sudah Terserap Rp 43,60 Triliun

Whats New
Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Menkop Teten Sebut Sektor UMKM Hampir Normal Seperti Sebelum Pandemi

Whats New
Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Tekan Penyebaran Covid-19, Kemenperin Pantau Operasional Industri Manufaktur

Whats New
Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Gandeng PTPP, BPKH Bangun Rumah Indonesia di Mekkah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X