Besok, Daging Sapi Impor Mulai Masuk Pasar

Kompas.com - 16/07/2013, 18:37 WIB
Uci Sanusi (58) pedagang daging sapi di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur. Harga daging sapi di pasaran hingga saat ini belum juga turun. Kompas.com/Robertus BelarminusUci Sanusi (58) pedagang daging sapi di Pasar Kramatjati, Jakarta Timur. Harga daging sapi di pasaran hingga saat ini belum juga turun.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah memastikan daging sapi impor akan datang hari ini dan besok, sekaligus akan langsung masuk ke pasar.

Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menuturkan, masuknya daging sapi itu diharapkan mampu menstabilkan harga daging sapi, yang sejauh ini sudah di atas Rp 100.000 per kg.

"Jadi daging sapi sebagian masuk hari ini, sebagian besok. Saya juga mau telepon untuk memastikan kapan masuknya," kata Hatta saat ditemui di kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (16/7/2013).

Hatta memastikan bahwa daging impor tersebut sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, hari ini. Pihaknya mengharapkan daging sapi tersebut segera didistribusikan ke pasar sehingga harga daging sapi di pasar akan segera stabil, khususnya menjelang Lebaran.

Di sisi lain, Hatta juga akan memastikan sistem tata niaga importasi daging sapi bisa berjalan dengan mulus. Sebab, saat impor daging sapi ini dilakukan oleh Badan Usaha Logistik (Bulog), surat izin yang telah disampaikan ke Kementerian Pertanian sejak Mei 2013 baru bisa selesai dan baru mendapat Surat Persetujuan Impor (SPI) pada 26 Juni 2013.

Daging sapi yang seharusnya sudah stabil sebelum pengumuman kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi pada 22 Juni 2013, ternyata harganya sudah melonjak terlebih dahulu, bahkan hingga saat ini.

"Iya, nanti akan dievaluasi sistem tata niaganya. Nanti Menteri Perdagangan akan lapor di rapat koordinasi," jelasnya.

Besok pagi, rapat koordinasi tentang stabilitas pangan akan digelar di Kementerian Perekonomian yang juga akan dihadiri Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri Perhubungan, Menteri Koperasi, Badan Pusat Statistik (BPS), dan Bulog.

Terkait mekanismenya, Hatta menjelaskan, pemerintah akan menilai pemicu keharusan untuk melakukan impor. Jika alasan pemicu tidak kuat, maka impor bisa dibatalkan.

"Iya, patokannya di harga. Kalau hitung di peternak ternyata Rp 75.000 per kg cukup, itu jadi pemicu untuk stabilisasi harga, jadi itu untuk memutuskan kita akan impor atau tidak," jelasnya.

Begitu juga saat harga beras naik sekian persen dari Harga Pokok Pembelian (HPP), maka pemerintah bisa segera memutuskan untuk impor. Misalnya, stok beras di gudang Bulog bila di akhir tahun kurang dari 2 juta ton, maka Bulog bisa langsung melakukan impor.

Seperti diberitakan, pemerintah berencana melakukan impor daging sapi 3.000 ton dari Australia. Rencananya, sekitar 800 ton akan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng dalam pekan ini dan sisanya akan datang melalui pelabuhan Tanjung Priok maksimal pada 25 Juli mendatang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X