Rupiah Melemah Lagi, BI Diminta Stabilkan Nilai Tukar

Kompas.com - 17/07/2013, 08:17 WIB
EditorErlangga Djumena

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS terus melemah. Kemarin, setelah menyentuh Rp 10.024 per dollar AS pada Senin (15/7/2013), nilai rupiah kembali melemah 12 poin menjadi Rp 10.036 pada Selasa (16/7/2013).

Namun, BI melalui Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Difi Ahmad Johansyah memastikan tidak ada kepanikan di pasar. Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun 1997-1998 Saat ini, pelemahan rupiah menunjukkan kondisi fundamental ekonomi, tetapi dalam situasi ekonomi dan politik yang terjaga.

Hal senada diungkapkan Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Yogyakarta Tony Prasetiantono. Pasar tenang, tidak panik. ”Tahun 1997-1998, kondisi perekonomian lebih buruk, terutama perbankan tidak sehat,” ujar Tony.

Defisit transaksi berjalan pada masa krisis ekonomi saat itu juga lebih besar, utang luar negeri banyak yang jatuh tempo, dan dengan cadangan devisa yang hanya 21 miliar dollar AS. Saat itu, kondisi politik juga bergolak menjelang kejatuhan Presiden Soeharto.

Kondisi panik pasar, antara lain, ditandai dengan pelepasan dollar AS dalam jumlah besar dari penjual kepada pembeli. Jika pasar terkoreksi, harga sesuai dengan permintaan pembeli.

Namun, volume besar di pasar valuta asing tidak bisa serta-merta diartikan sebagai kondisi panik. Ada juga pembelian dalam jumlah besar oleh korporasi atau institusi yang sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari, tetapi pelaksanaannya bertepatan dengan kondisi pasar yang sedang terkoreksi.

Menurut ekonom Bank BNI, Ryan Kiryanto, permintaan dollar AS memang tinggi, baik oleh korporasi atau institusi maupun individu. Jumlah masyarakat kelas menengah yang meningkat, turut mengubah gaya hidup dan liburan. (K04/CAS/IDR/ARN/BEN)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.