Pemudik Siap-siap Hadapi Kemacetan Akut

Kompas.com - 22/07/2013, 07:41 WIB
Arus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).   KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOArus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik tahun ini meningkat 4,5 persen dibandingkan tahun 2012. Total pemudik mencapai 17,39 juta orang di seluruh Tanah Air.

Arus pergerakan manusia belasan juta jiwa ini sebagian besar akan menggunakan angkutan jalan. Jumlah pemudik angkutan jalan ini mencapai 6,2 juta jiwa. Selebihnya menggunakan pesawat terbang (3,7 juta), angkutan penyeberangan (3,3 juta), kereta api (2,7 juta), dan angkutan laut (1,28 juta).

Ancaman kemacetan akut di jalan raya ini karena diperkirakan 6,2 juta orang itu akan menggunakan 1.759.775 kendaraan pribadi. Jumlah ini meningkat 6,17 persen dari tahun 2012 sebesar 1.657.507 unit. Sementara itu, jumlah sepeda motor diperkirakan 3.027.263 unit, meningkat 8,15 persen dari tahun lalu.

Pada saat bersamaan, jalan raya yang akan dilalui pemudik jalan ini juga belum sepenuhnya siap. Hingga 17 hari sebelum hari Lebaran pada 8-9 Agustus mendatang atau H-17, sejumlah pekerjaan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana arus mudik belum selesai dilakukan, seperti pekerjaan perbaikan jalan di pantai utara Jawa.

Dari pantauan Kompas, kerusakan jalan juga masih terlihat pada pelintasan kereta api sebidang. Misalnya di Jawa Tengah, pelintasan yang rusak terlihat di pelintasan Krandegan (ruas Buntu-Sampang), pelintasan Kalirajut (ruas jalan Purwokerto-Cilacap), dan beberapa pelintasan di wilayah Kebumen. Kerusakan tersebut rawan mengakibatkan pemudik dengan sepeda motor tergelincir dan meminta korban manusia.

Catatan dari Direktorat Lalu Lintas Polri menunjukkan, selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2012, kecelakaan sepeda motor mencapai 5.710 kasus, atau 72 persen dari total kecelakaan yang terjadi. Kondisi jalan yang memprihatinkan dan jumlah pemudik dengan sepeda motor yang meningkat akan membuat angka kecelakaan ini meningkat jika tidak diantisipasi sejak dini.

Praktis hampir semua jalur keluar Provinsi Jawa Barat menuju Jawa Tengah dari Jakarta rusak dan tak nyaman bagi pemudik bergerak dalam kecepatan sedang sekalipun. Jalan berlubang, aspal terkelupas, dan bergelombang. Sejumlah perbaikan jalan di beberapa tempat, yang berpotensi menghambat laju kendaraan pemudik, sejauh ini belum menunjukkan akan segera rampung.

Setali tiga uang, jalan alternatif di Jawa Barat yang biasanya dipilih para pemudik dari Jakarta ke Jawa Tengah juga tidak mulus. Padahal, banyak pemudik yang berupaya menghindari jalan utama pantura Pulau Jawa. Kemacetan bakal tak terhindarkan akibat jalan menyempit, pasar tumpah, dan berbagai kegiatan umum lainnya.

Selain itu, di jalan menuju Pelabuhan Penyeberangan Merak juga masih terdapat beberapa spot kerusakan jalan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas bagi pemudik jalan raya yang menuju arah barat, termasuk yang akan berlebaran di Sumatera.

Kemarau basah dengan hujan dan angin yang menimbulkan gelombang besar juga akan membuat pemudik bisa terhambat lama di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Sejauh ini, kesiapan feri yang akan mengangkut para pemudik ke Sumatera dilaporkan memadai.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X