Pemudik Siap-siap Hadapi Kemacetan Akut

Kompas.com - 22/07/2013, 07:41 WIB
Arus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).   KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOArus Mudik di Jalur Selatan - Pemudik melintas di Jalan Wates KM 12, Sedayu, Bantul, DI Yogyakarta, yang merupakan bagian dari jalur selatan Pulau Jawa, Senin (13/8/2012).
EditorErlangga Djumena

Feri yang sehat

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Danang Baskoro mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan. Dari koordinasi itu diputuskan, hanya kapal-kapal yang sehat saja yang boleh berpartisipasi dalam angkutan Lebaran.

”Aturan itu terutama diterapkan di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Pelabuhan itu merupakan pelabuhan yang paling ramai, baik di laut maupun di daratnya,” kata Danang. Danang juga berharap musim kemarau basah ini tidak menimbulkan gangguan cuaca dan gelombang tinggi bagi operasional feri.

Dengan peraturan itu, dari 44 kapal yang mempunyai izin beroperasi di Merak-Bakauheni, hanya 28 kapal yang diizinkan beroperasi. ”Kami tidak ingin ada kapal yang mogok saat mengangkut pemudik. Untuk itu, yang kami butuhkan kapal yang andal, cepat, dan bisa diprediksi waktunya,” kata Danang.

Guna mengurangi pemudik jalan berjejalan di jalan raya yang masih belum sepenuhnya siap menampung jutaan pemudik jalan, Kementerian Perhubungan telah menyiapkan kendaraan untuk mengangkut hampir 24.050 sepeda motor bagi para pemudik di Jawa maupun Sumatera.

Bambang S Ervan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, mengatakan bahwa sepeda motor akan diangkut menggunakan kapal roro, truk, kapal laut, dan kereta api.

”Target angkutan sepeda motor yang menggunakan kapal roro adalah sebanyak 3.000 unit, truk 2.050 unit, kapal laut 8.000 unit, dan kereta api sebanyak 11.000 unit sepeda motor,” kata Bambang.

Guna mengurangi kemacetan akut di jalan raya, pemudik juga bisa mempertimbangkan angkutan alternatif. Pemerintah juga telah menyiapkan 216 kereta api reguler dan 46 kereta api Lebaran. Selain itu, sebanyak 235 lokomotif dan 1.594 kereta penumpang siap dioperasikan.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengatakan, pada Lebaran tahun ini pemerintah juga mengoperasikan KA Krakatau yang melayani rute Merak-Madiun.

Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, kereta api sebenarnya merupakan moda transportasi ideal untuk angkutan Lebaran. Apalagi PT KAI mendatangkan 200 lokomotif baru tahun ini.

”Angkutan barang Jakarta-Surabaya, misalnya, ditempuh dengan jalan darat setidaknya dua hari. Tetapi dengan kereta hanya butuh 15 jam karena tanpa hambatan,” ujarnya. (SEM/WIE/NIT/PRA/GRE/ARN)

Halaman:
Baca tentang


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X