Tekan Kepadatan Kontainer, Priok Tetap Buka Saat Lebaran

Kompas.com - 02/08/2013, 15:23 WIB
Aktivitas puluhan kapal laut menunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok di Teluk Jakarta, Senin (3/6/2013). KOMPAS/AGUS SUSANTOAktivitas puluhan kapal laut menunggu bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok di Teluk Jakarta, Senin (3/6/2013).
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengklaim kondisi pelabuhan Tanjung Priok saat ini sudah normal. Namun untuk terus menekan angka bongkar muat kontainer (dwelling time) serta tingkat kepadatan kontainer di pelabuhan (yard occupancy ratio/YOR),  pelayanan di pelabuhan terbesar di Jakarta itu, akan tetap buka pada saat Lebaran.

Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar mengatakan, saat ini dari hampir 4.000 kontainer yang sebelumnya parkir di Tanjung Priok, sekitar 1.000 kontainer dipindahkan ke Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda dan Tempat Penimbunan Pabean (TPP) Cikarang. "Sedangkan sisanya sudah ditarik oleh pemilik (importir)," kata Mahendra saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (2/8/2013).

Sementara sisanya, akan dilakukan perluasan beberapa tempat penimbunan sementara (TPS) yang dapat menampung sejumlah kontainer dari TPS-TPS utama.

Adapun, percepatan pemrosesan dokumen dan pemeriksaan barang terus dilaksanakan. Untuk menuju percepatan pemrosesan dokumen dan pemeriksaan barang itu, pemerintah tetap memberikan layanan kepabeanan setiap hari.

Khusus untuk kantor pelayanan umum bea cukai (KPU BC) Tanjung Priok ini telah memberikan pelayanan pemeriksaan barang hingga pukul 23.00 wib setiap hari kerja dan pelayanan setiap hari untuk pemrosesan dokumen dan pengiriman barang. "Sementara semua pelayanan itu akan tetap beroperasi penuh pada hari-hari libur Lebaran," tambahnya.

Dengan pemindahan atau penarikan kontainer dari pelabuhan Tanjung Priok khususnya pada hari-hari libur tersebut, sehingga angka tingkat okupansi kontainer di pelabuhan tadi bisa ditekan hingga 50-60 persen.

Hingga pertengahan Juli 2013, tingkat kepadatan kontainer di pelabuhan ini semula masih di level 100-120 persen. Sementara pada saat ini sudah turun ke tingkat yang lebih terkendali di kisaran 60-80 persen.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X