KADI Selidiki Dumping Polyester dari 5 Negara

Kompas.com - 03/08/2013, 16:09 WIB
Ilustrasi KONTAN/DANIEL PRABOWOIlustrasi
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com -Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) hari Jumat, (2/8/2013) memulai penyelidikan atas impor polyester  atau partially oriented yarn (POY) dengan nomor pos tarif 5402.46.00.00 yang berasal dari lima negara, yakni: China, Korea Selatan, Malaysia, Taiwan, dan Thailand.

"Penyelidikan ini dilakukan atas permohonan yang diajukan oleh PT Asia Pacific Fibers, Tbk., PT Indorama Synthetics, Tbk., dan PT Indorama Polyester Industries Indonesia yang mewakili industri dalam negeri atas produk Partially Oriented Yarn (POY)," kata Ketua KADI Ernawati dalam siaran pers seperti dikutip KONTAN.

Lebih lanjut, Ernawati menyatakan, setelah meneliti dan menganalisa permohonan tersebut, KADI menemukan adanya indikasi kuat harga dumping atas arang impor POY yang berasal dari lima negara tersebut.

Adanya harga dumping tersebut mengakibatkan adanya kerugian bagi industri dalam negeri Indonesia yang memproduksi barang sejenis di dalam negeri.

“Penyelidikan kami lakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah No 34/2011 tentang Tindakan Antidumping  dan Peraturan Menteri Perdagangan No 76/ 2012 tentang Tata Cara Penyelidikan Dalam Rangka Pengenaan Tindakan Antidumping dan Tindakan Imbalan,” jelas Ernawati.

Ernawati juga mengimbau, semua pihak yang berkepentingan untuk memberikan tambahan informasi atau tanggapan secara tertulis kepada KADI, terkait keputusan penyelidikan yang dimaksud. “Termasuk informasi mengenai kerugian yang dialami oleh industri dalam negeri,” tambah Ernawati. (Asnil Bambani Amri)



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X