Kompas.com - 03/08/2013, 17:11 WIB
EditorErlangga Djumena

Tidak hanya Garuda yang patut dipertanyakan. Dari segi bandara, juga patut dipertanyakan kesiapannya. Pesawat Boeing 777-300ER bukan satu-satunya pesawat berbadan lebar yang ada di dunia. Kemajuan teknologi penerbangan sangat pesat. Bahkan, Airbus A380, dengan bobot maksimum untuk terbang 60 persen lebih berat daripada Boeing 777-300ER, sudah beroperasi sejak tahun 2005.

Dengan perkembangan pesawat yang begitu cepat dan pertumbuhan penumpang yang sangat tinggi, seharusnya PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola Bandara SoekarnoHatta tidak terlambat mengantisipasi. Apalagi Bandara Soekarno-Hatta adalah gerbang utama Indonesia dari dunia internasional. Standar dan pelayanannya harus berkualitas internasional.

Direktur AP II Tri Sunoko mengatakan, telah melakukan penyehatan Bandara Soekarno-Hatta. Dua landasan yang ada sudah disuntik untuk diperkuat. Proses ini sudah selesai sejak tahun 2012 dan sekarang sedang dilakukan peningkatan. Peningkatan ini berupa pelapisan ulang landasan. Pelapisan tidak bisa cepat dilaksanakan karena Bandara Soekarno-Hatta sangat sibuk. Dalam sehari ada 1.200 penerbangan. Jika satu landasan ditutup, bisa dibayangkan kemacetan di bandara.

Tri mengatakan, pelapisan ini akan selesai pada akhir tahun 2014. Padahal, Garuda sudah ingin segera menerbangkan Boeing 777-300ER ke London pada Mei 2014. Untuk sementara pesawat itu digunakan untuk penerbangan ke Tokyo, Seoul, dan Shanghai, selain untuk penerbangan umrah ke Jeddah, Arab Saudi. Jika sudah dilapis ulang, kekuatan landasan bisa mencapai 142 R/D/W/T.

Semoga ada teknologi baru atau peluang untuk mempercepat pelapisan landasan. Sambil menunggu selesainya pengaspalan, seperti kata Tri, sebaiknya Emir minum kopi dulu bersama untuk membicarakan rencana kerja masing-masing. Apalagi keduanya adalah BUMN. Komunikasi di antara dua BUMN ini tentu bukan hal yang sulit. (M Clara Wresti)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.