BI: Asas Resiprokal untuk Dukung Perbankan Indonesia

Kompas.com - 13/08/2013, 09:53 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, BI akan memberikan kesempatan bagi bank-bank asing yang mau masuk ke Indonesia, dengan tetap mengedepankan asas resiprokal.

"Di sisi lain, kami di BI berkeyakinan, kalau ada perbankan Indonesia yang akan ekspansi atau berminat mengembangkan usahanya di luar negeri, seharusnya mendapatkan dukungan dari negara-negara yang menjadi tujuan. Hal ini selalu menjadi prioritas kami untuk diperjuangkan," kata Agus di kantornya, Senin (12/8/2013).

Menurut Agus, asas resiprokal akan menjadi salah satu prioritas BI sebagai bank sentral untuk senantiasa mendorong perkembangan industri perbankan Indonesia. Adapun upaya yang akan dilakukan oleh BI adalah menempuh jalur diplomasi dengan melakukan diskusi dan pembicaraan dengan pihak otoritas bank negara yang menjadi tujuan.

"Kami akan berbicara dengan mitra bank sentral di negara-negara yang diminati untuk perbankan Indonesia (agar dapat) mengembangkan diri. Kita harapkan akan mendapat sambutan yang baik di negara-negara itu," ujar Agus.

Agus mengatakan, upaya-upaya tersebut dilakukan agar rencana ekspansi bisnis yang akan dilakukan perbankan Indonesia di negara-negara tujuan dapat berjalan dengan baik. Agus juga mengatakan, kondisi Indonesia yang terbuka bagi investor asing untuk berusaha dan berekspansi di Tanah Air harus diimbangi dengan perlakuan yang sama bagi perbankan Indonesia.

"Pada prinsipnya BI menyambut baik adanya investor yang masuk di Indonesia untuk berinvestasi di perbankan. Indonesia dibandingkan dengan kawasan sangat membuka diri. Hal ini penting karena dalam berinvestasi, berusaha, kita perlu menjaga kesetaraan juga," ujarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Begini Kejelasan Nasib Honorer yang Tak Dipakai Lagi Mulai 2023

Whats New
Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV,  XXI, dan Cinepolis

Akhir Pekan, Simak Promo dari Bioskop CGV, XXI, dan Cinepolis

Spend Smart
Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Puji Produk UMKM, Sandiaga Uno: Keren Banget, Saya Sih Amaze Banget...

Whats New
Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Pendekatan Ergo, Ego, dan Eco

Whats New
[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

[POPULER MONEY] Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai | Gaji Ke-13 ASN Cair

Whats New
Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Pedagang Pasar Kramat Jati: Alhamdulillah Banyak yang Pakai

Whats New
Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Perhitungan Iuran BPJS Ketenagakerjaan yang Dibayar Perusahaan dan Pekerja

Spend Smart
APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.