Kemendag Usulkan Harga Referensi untuk Lakukan Impor

Kompas.com - 18/08/2013, 11:00 WIB
Buah-buahan baik lokal maupun impor yang dijual di salah satu supermarket di Tangeran Selatan, Jumat (24/5/2013). Selama triwulan I 2013, buah-buahan dan sayuran impor masuk cukup deras ke dalam negeri. Impor buah-buahan tercatat 93.522 ton atau senilai 103,8 juta dollar Amerika dan impor sayuran tercatat sebesar 129 ribu ton atau 92,2 juta dollar Amerika. Kedua komoditas tersebut paling banyak diimpor dari China.

KOMPAS/HERU SRI KUMOROBuah-buahan baik lokal maupun impor yang dijual di salah satu supermarket di Tangeran Selatan, Jumat (24/5/2013). Selama triwulan I 2013, buah-buahan dan sayuran impor masuk cukup deras ke dalam negeri. Impor buah-buahan tercatat 93.522 ton atau senilai 103,8 juta dollar Amerika dan impor sayuran tercatat sebesar 129 ribu ton atau 92,2 juta dollar Amerika. Kedua komoditas tersebut paling banyak diimpor dari China.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indonesia akan mengusulkan adanya harga referensi sebagai dasar pengambilan kebijakan impor.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Bachrul Chairi menuturkan, jika disparitas harga komoditas antara 10 hingga 15 persen dari harga awal, maka pemerintah akan memberlakukan impor.

"Kebijakan perdagangan sekarang ini, kita mempertimbangkan harga di tingkat petani, pedagang dan konsumen. Kita akan ada harga referensi yang akan kita usulkan dalam rakor pangan nanti," ujar Bachrul, ditemui usai Kirab Para Atlit Wolrd Championship 2013, di kawasan Thamrin, Jakarta, Minggu (18/8/2013).

Bacrul menyatakan, ke depan, pemerintah tidak akan lagi memberlakukan kuota untuk sejumlah komoditas. Kendati demikian, kebutuhan dalam satu tahun tetap menjadi bahan perhitungan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah terus mengupayakan berbagai formula untuk melakukan stabilisasi harga. Gagal panen dan dugaan adanya kartel sejumlah komoditas selalu menjadi alasan untuk melakukan impor. Ironisnya, meskipun kebijakan impor diambil, harga tak serta merta turun, lantaran distribusi dan lain sebab.

Seperti pasca Lebaran ini, di mana harga sejumlajh komoditas antara lain daging sapi, cabai rawit merah, dan bawang putih belum juga surut.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.