APJII dan Mastel Minta Istana Peduli Kasus IM2

Kompas.com - 18/08/2013, 12:44 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com —
Industri telekomunikasi yang tergabung dalam Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) kembali meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) peduli terhadap dampak kasus PT Indosat Mega Media (IM2).

Permintaan APJII dan Mastel itu untuk menindaklanjuti surat yang dilayangkan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) atau asosiasi operator seluler seluruh dunia kepada Presiden SBY untuk mengintervensi langsung kasus PT IM2, anak usaha PT Indosat Tbk.

Dalam surat resminya kepada Presiden SBY, Direktur Umum GSMA Anne Bouverot mengatakan, intervensi langsung Presiden ini dibutuhkan karena dampak dari putusan Pengadilan Tipikor atas IM2 akan menghalangi dan menunda pemodal untuk memberikan layanan internet. Hal ini berisiko terhadap perekonomian di Indonesia.

“Putusan Tipikor atas IM2 ini tidak hanya berdampak di sektor seluler, juga untuk 200 perusahaan Internet Service Provider (ISP) yang memiliki model bisnis serupa dengan IM2. Untuk itu kami sudah menyurati Presiden SBY untuk melakukan intervensi langsung sebagai bentuk keprihatinan kami atas dampak putusan pengadilan Tipikor tersebut,” kata Anne.

Sekjen APJII Sapto Anggoro menilai surat Direktur Jenderal GSMA Anne Bouverot agar SBY memperhatikan kasus IM2 layak untuk dipertimbangkan. Ini menunjukkan perhatian dari komunitas telekomunikasi internasional terhadap kasus tersebut.

APJII menilai, surat dari GSMA kemungkinan akan dianggap sebelah mata oleh pihak Istana, dengan alasan tidak ingin dituduh mencampuri keputusan hukum.

Namun, melihat kekuatan dari GSMA secara internasional, APJII khawatir masalah tersebut akan mengarah ke arbitrase internasional.

“Kalau itu terjadi, industri telekomunikasi di Indonesia menjadi tidak kondusif untuk investasi. Padahal, saat ini industri ini menyumbang sekitar 12 persen dari total pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 6 persen lebih,” kata Sapto dalam keterangan persnya, Jumat (16/8/2013)

APJII khawatir, GSMA bukan satu-satunya pihak yang menyatakan prihatin atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang mengakibatkan dihukumnya Indar Atmanto, mantan Direktur Utama IM2.

“Kami khawatir, komunitas telekomunikasi internasional lainnya juga mendesak pemerintah Indonesia soal kasus tersebut,” jelas Sapto.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.