Bangun Pabrik Pelumas, Shell Alokasikan 200 Juta Dollar AS

Kompas.com - 20/08/2013, 13:25 WIB
Pekerja melayani pelanggan di SPBU Shell Slipi, Jakarta. KONTAN/MURADIPekerja melayani pelanggan di SPBU Shell Slipi, Jakarta.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Perusahaan minyak Shell mulai membangun pabrik pelumas di Indonesia.  Peletakan batu pertama pabrik yang akan dibangun di Marunda Center, Jakarta Utara ini dilakukan hari Selasa (20/8/2013) ini. Shell menyiapkan dana segar hingga 200 juta dollar AS.

"Ini merupakan tonggak baru yang menunjukkan komitmen kami terhadap Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan menumbuhkan perekonomian setempat, serta mendekatkan produk-produk kami ke semua pelanggan kami," kata Presiden Direktur Shell Indonesia Darwin Silalahi di Jakarta, Selasa siang.

Pabrik ini akan dibangun di atas lahan seluas 75.000 meter persegi dan berkapasitas produksi 120.000 ton per tahun. Shell berencana akan menjadikannya pabrik pelumas terbesar di Indonesia yang dioperasikan perusahaan Internasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) RI M.S. Hidayat yang turut hadir dalam acara tersebut mengapresiasi Shell atas pembangunan pabrik pelumas tersebut. Ia berharap pabrik ini, termasuk Shell dapat berkontribusi bagi pengembangan industri pelumas nasional dan mengembangkan teknologi produksi.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Shell telah memilih Indonesia sebagai tempat berinvestasi sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru dan akan menumbuhkan perekonomian nasional," ujar Hidayat.

Di samping itu, Hidayat juga mengaku memberikan dukungannya pada Shell yang akan menerapkan program pemerintah dalam mengembangkan industri berwawasan lingkungan atau industri hijau dengan mewujudkan komitmen sustainable development.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X