SKK Migas Bentuk Tim Perbaikan dan Pengawasan

Kompas.com - 20/08/2013, 13:40 WIB
Resepsionis di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (14/8/2013). Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap KPK dugaan kasus suap. KOMPAS/HERU SRI KUMORO Resepsionis di Kantor Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Wisma Mulia, Jakarta, Rabu (14/8/2013). Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini ditangkap KPK dugaan kasus suap.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com
- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), membentuk tim perbaikan dan pengawasan. Tim tersebut akan diketuai oleh Pengawas Internal.

Hal tersebut disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) SKK Migas Johanes Widjonarko dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/8/2013). Menurut Johanes, tim tersebut dibentuk berdasarkan instruksi yang diberikan oleh Komisi Pengawas yang diketuai oleh Menteri ESDM Jero Wacik.

"Berdasarkan instruksi oleh Komisi Pengawas kepada Kepala SKK Migas, maka sejak senin 19 Agustus 2013, kami menerbitkan surat keputusan tentang pembentukan tim perbaikan dan pengawasan," kata Johanes.

Johanes menjelaskan, tim perbaikan dan pengawasan ini akan bekerja dalam rangka pencegahan korupsi di segala lini masa di SKK Migas. Dengan begitu, diharapkan SKK Migas bisa terhindar dari segala bentuk tindakan yang tidak terpuji.

"Dalam melaksanakan pekerjaannya, tim ini juga nantinya akan bekerjasama dengan KPK dan pihak kompeten lainnya," ujar Johanes.

SKK Migas menjadi sorotan akhir-akhir ini karena ketuanya Rudi Rubiandini ditangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima suap dari pihak swasta, Kernel Oil Pte Ltd. Ikut ditangkap dua orang lain dari pihak swasta tersebut, yakni Simon Gunawan dan Deviardi.

KPK menyita uang senilai 400.000 dollar AS, 90.000 dollar AS, dan 127.000 dollar Singapura dari kediaman Rudi. KPK juga menyita sepeda motor mewah bermerek BMW dengan pelat nomor B-3946-FT.

Tim penyidik KPK juga telah menggeledah sejumlah tempat, termasuk ruangan
Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno. Dalam penggeledahan tersebut, penyidik KPK menyita uang tunai 200.000 dollar AS dalam sebuah tas hitam. Asal usul uang itu masih diselidiki KPK.

Dalam penggeledahan di ruangan Rudi di kantor SKK Migas, penyidik menyita uang lain dalam bentuk dollar Singapura senilai 60.000, 2.000 dollar AS, dan kepingan emas seberat 180 gram. Bukan hanya itu, penyidik juga menemukan uang dalam deposit box Rudi di Bank Mandiri, Jakarta, senilai total 350.000 dollar AS.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X