Kompas.com - 21/08/2013, 15:15 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Merosotnya nilai tukar rupiah saat ini terhadap dollar AS dinilai seperti yang terjadi pada tahun 2008.  Senior Associate Director, Head of Equities & Research PT Bahana Securities Harry Su mengatakan, jebloknya nilai tukar rupiah ini mirip seperti yang terjadi pada saat krisis keuangan global tahun 2008. Rupiah secara terus-menerus terperosok menuju titik terendah.

"Kondisi rupiah terus bergejolak, mirip seperti krisis tahun 2008 - 2009," ungkap Harry di Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Harry mengatakan, kondisi pelemahan rupiah ini ikut berdampak pada ikut melemahnya indeks harga saham gabungan (IHSG). Saat ini IHSG tertahan pada level sekitar 4.100.

Meskipun demikian, Harry dan pihaknya mengaku dengan mengalirnya dana asing ke pasar modal Tanah Air, maka IHSG akan bangkit kembali. Selain itu, Harry mengatakan nilai ekspor Indonesia juga akan ikut membaik dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat dan Zona Eropa.

"Kita optimistis karena dana asing yakin akan masuk ke Indonesia. Kalau ekonomi Amerika Serikat dan Zona Eropa membaik maka ekspor kita juga akan membaik," ujarnya.

Harry pun mengungkapkan pelemahan nilai rupiah berbanding lurus dengan pergerakan IHSG. Ia menjelaskan setiap penurunan rupiah sebesar 1 persen maka indeks pasar juga akan turun sebesar 1,1 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X