Pabrikan Asing Mendekati Grup Astra

Kompas.com - 22/08/2013, 09:05 WIB
Gedung Astra ASTRAGedung Astra
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
- Grup Astra akan melanjutkan pengembangan bisnis otomotif, terutama di bidang komponen. Sejumlah perusahaan otomotif asing mulai melakukan pendekatan dengan perusahaan otomotif raksasa ini.

Maklum, bisnis otomotif di Indonesia mencatatkan pertumbuhan setiap tahun. Tak pelak, perusahaan-perusahaan otomotif luar mengincar Indonesia sebagai salah satu pasar untuk mengembangkan bisnis. "Sudah ada beberapa (perusahaan komponen) yang approach (mendekati), tapi ini masih terlalu prematur untuk dibicarakan," ujar Tira Ardianti, Head of Investor Relations Department PT Astra International Tbk, beberapa waktu lalu.

Tira belum mau menjelaskan lebih detail terkait identitas perusahaan-perusahaan yang dimaksud. Ia hanya bilang, beberapa perusahaan komponen itu di antaranya berasal dari Jepang dan Eropa, khususnya Italia. Saat ini, Astra sedang dalam tahap mempelajari mekanisme kerjasama yang diajukan para calon mitra barunya.

Dorong Shop&Drive

Seperti diketahui, melalui anak usaha PT Astra Otoparts Tbk (AUTO), Astra gencar melakukan pengembangan bisnis melalui kerjasama dengan pihak lain. Belum lama ini, AUTO menggandeng perusahaan asal Jepang, Toyoda Gosei Co. Ltd, membentuk anak perusahaan bernama PT Toyoda Gosei Safety Systems Indonesia (TGSSI). Astra Otoparts bertindak sebagai pemegang saham minoritas yakni sebesar 20 persen.

TGSSI memproduksi setir mobil dan airbag. Saat ini, TGSSI tengah membangun pabrik baru yang ditargetkan rampung pada akhir 2013 mendatang. Kemampuan produksi setir mobil akan ditingkatkan sebanyak 1,5 kali lipat dari kapasitas produksi saat ini menjadi 800.000 unit per tahun.

Produksi alat keselamatan kendaraan, airbag, akan ditambah lima kali lipat lebih besar dari sekarang menjadi 1,5 juta unit per tahun.

Selain itu, AUTO juga berkongsi dengan produsen ban asal Italia Pirelli Tyre S.p.A. Keduanya membentuk anak usaha bernama PT Evoluzione Tyres (Evoty). AUTO menguasai 40 persen saham Evoty.

Bulan lalu, Evoty melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan pabrik ban di Subang, Jawa Barat. Selain memproduksi ban merek Pirelli, pabrik ban ini juga akan memproduksi ban sepeda motor merek Aspira. Selama ini, Astra Otoparts menjual ban Aspira yang diproduksi oleh pabrik tersendiri.

AUTO juga telah merealisasikan akuisisi 51 persen saham perusahaan pelek milik Triputra Group, yaitu PT Pakoakuina. Kapasitas produksi pabrik ini per tahun mencapai 7 juta unit pelek. Kecuali di Pakoakuina, kepemilikan saham AUTO di anak usaha kongsian dengan pihak lain bukan mayoritas.

Menurut Tira, belum ada rencana perusahaan untuk memperbesar porsi kepemiilkan di sejumlah perusahaan patungan tersebut. "Tahun ini, kami kembangkan yang sudah ada dulu," tuturnya.

Upaya lain yang dilakukan AUTO untuk memperkuat bisnis adalah mengembangkan bisnis ritel. Melalui jaringan gerai Shop&Drive, Astra Otoparts yang sampai Juni lalu mencatatkan laba bersih Rp 518,61 miliar, menjual segala keperluan otomotif, seperti aki, oli, shock absorber, dan aksesori mobil & motor.

Iwan Hadiantoro, Chief of Group Treasury & Investor Relations Astra International mengatakan, hingga tahun 2020, perusahaan menargetkan bisa membangun 1.000 gerai Shop&Drive. Saat ini, Astra Otopart baru memiliki sekitar 250 gerai Shop&Drive. "Setiap tahun, kami akan menmbah 20 gerai-30 gerai Shop&Drive," katanya. (Amailia Putri Hasniawati)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X