Kompas.com - 22/08/2013, 11:11 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Darmansyah Hadad mengatakan, aturan membeli kembali (buyback) saham akan bisa dikeluarkan kembali.

Hal itu bisa terjadi bila kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merosot ke level tertentu dalam sehari. Sebelumnya, aturan buyback saham ini semula hanya khusus diperintahkan bagi saham-saham perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Kemudian dikembangkan kembali ke seluruh emiten yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Sebetulnya bukan cuma saham BUMN ya. Aturan itu pernah kita keluarkan pada 2008 lalu. Saya kira kita siap kalau keadaan memburuk, kita bisa keluarkan lagi (aturan itu)," kata Muliaman selepas rapat Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) di kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (21/8/2013) malam.

Artinya, OJK sebagai regulator pasar modal dan industri keuangan non bank (IKNB) hingga saat ini mengaku siap menyiapkan aturan-aturan mengantisipasi keterpurukan IHSG. Begitu juga aturan lain untuk mengantisipasi hal yang sama.

Kendati demikian, OJK saat ini masih mempelajari pasar modal tanah air dan pasar modal di negara tetangga. Kondisi ini terungkap setelah pertemuan OJK dengan pelaku pasar dalam sehari sebelumnya. "Saya mencoba memahami apa perasaan yang dialami pelaku bisnis di industri keuangan, saya masih melihat optimisme yang masih besar," tambahnya.

Karena optimisme yang besar itu, OJK juga masih yakin bahwa kinerja industri keuangan masih bisa bangkit lagi di masa mendatang. Terutama juga sejalan dengan prediksi atau perkiraan di kuartal III dan kuartal IV-2013 yang kemungkinan diperkirakan beberapa indikator akan membaik.

"Kita juga bersepakat bahwa kalau ada hal-hal yang memang dikerjakan sama-sama antara OJK dan industri, kita siap melakukannya termasuk aturan-aturan buyback yang hold to maturity dan sebagainya," katanya.

Terkait aturan lainnya, Muliaman belum bisa banyak berkomentar. Namun ia menganggap bahwa aturan buyback ini paling banyak sering digunakan karena kalangan industri juga menginginkan aturan tersebut.

Saat 2008 lalu, OJK (saat itu masih Bapepam-LK) merilis kebijakan buyback saham karena IHSG sudah turun hingga 50 persen. Di sisi lain, Bapepam-LK juga menghentikan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menghindari penurunan harga saham lebih lanjut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.