Ekonom Beri Saran Penyelamatan Rupiah

Kompas.com - 23/08/2013, 10:37 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCKIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Terpuruknya nilai tukar rupiah sudah dinilai sudah mencemaskan. Ekonom UGM A. Tony Prasetiantono memberikan saran tentang langkah-langkah yang harus diambil pemerintah dan bank sentral sebagai upaya menyelamatkan rupiah yang terpuruk.

Tony mengatakan, Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral sebaiknya menaikkan tingkat suku bunga acuan atau BI rate sebanyak 50 basis poin menjadi 7 persen. Saat ini, BI rate sebesar 6,5 persen.

"BI rate tak berimbang, dengan inflasi 8,61 persen year on year. Likuiditas rupiah banyak yang ditukar ke valas," ungkap Tony di Jakarta, Kamis (22/8/2013).

Adapun pemerintah harus merestrukturisasi utang luar negeri swasta. Utang-utang itu akan jatuh tempo pada September mendatang. Upaya ini untuk mencegah kembali terpuruknya rupiah. "Pemerintah dapat bernegosiasi untuk memberi diskon bunga utang atau perpanjang tenor," kata Tony.

Tony memaparkan kondisi rupiah dan IHSG yang merosot ini cukup mencemaskan, karena perekonomian Indonesia cukup lama dalam keadaan stabil.

"Rupiah melemah karena kombinasi faktor eksternal seperti kebijakan AS, melemahnya harga komoditas dan defisit neraca perdagangan dan faktor internal seperti inflasi, naiknya suku bunga, dan lemahnya daya saing," ujar Tony.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X