Pemerintah Akan Revisi Kategorisasi Barang Impor Mewah

Kompas.com - 24/08/2013, 08:56 WIB
Menteri Keuangan Chatib Basri KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESMenteri Keuangan Chatib Basri
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan, pemerintah akan merevisi barang impor yang masuk kategori mewah. Revisi kategorisasi tersebut terkait dengan penentuan besaran pajak atas barang mewah.

Menurut Chatib, batasan barang mewah adalah barang dengan harga di atas Rp 2 juta sudah tak lagi relevan. "Ini kan kadang aturannya suka aneh. Jam tangan saja yang harganya di atas Rp 2 juta kategorinya mewah. Yang kayak begini harus diberesin. Kalau jam tangan kan saya rasa semua orang banyak yang pakai. Itu yang kita betulkan," ujar Chatib saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Jumat (23/8/2013).

Begitu juga, sebut Chatib, pengatur suhu udara (air conditioner). Menurut dia, AC berkekuatan setengah PK seharusnya tak lagi masuk kategori barang mewah. Apalagi, tambah dia, saat ini sudah banyak produk pengatur suhu buatan China yang dijual dengan harga murah.

Chatib mengatakan pemerintah ingin penghapusan pajak atas beberapa barang yang sebelumnya masuk kategori barang mewah, dapat membuat pasar lebih kompetitif. Dengan pengaturan ulang soal kategori barang mewah, dia juga berharap persoalan penyelundupan barang bisa ditekan serendah mungkin.

"Penyelundupan kan terjadi kalau ada disparitas harga (barang) yang masuk. Jadi kalau dihilangkan pajak barang mewahnya, produk itu akan bisa bersaing," tambah Chatib. Sebagai salah satu penyeimbang terhadap kategorisasi ulang ini, ujar dia, pemerintah akan menaikkan besaran pajak penjualan barang mewah untuk mobil impor dan bermerek yang diimpor utuh (CBU). Rencananya, mobil CBU akan dikenakan pajak 125-150 persen.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X