Buruh Tolak Formula Baru Kenaikan Upah Berbasis Inflasi

Kompas.com - 24/08/2013, 09:11 WIB
Puluhan ribu buruh yang terdiri dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek melakukan aksi long march dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012). Pada aksi ini para buruh menuntut penghapusan outsourcing, pemberian upah layak, dan jaminan kesehatan seumur hidup bagi seluruh rakyat mulai 1 Januari 2014. VITALIS YOGI TRISNAPuluhan ribu buruh yang terdiri dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek melakukan aksi long march dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (22/11/2012). Pada aksi ini para buruh menuntut penghapusan outsourcing, pemberian upah layak, dan jaminan kesehatan seumur hidup bagi seluruh rakyat mulai 1 Januari 2014.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAKARTA, KOMPAS.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak paket kebijakan pemerintah terkait upah buruh yang akan disesuaikan besaran kenaikannya dengan tingkat inflasi. Menurut KSPI, formula tersebut tak sesuai dengan tuntutan buruh.

"Kami menolak kenaikan upah minimum yang hanya didasarkan pada inflasi plus sekian persen," kata Presiden KSPI Said Iqbal, dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (23/8/2013). Dia berpendapat formula itu bertentangan dengan peraturan-perundangan yang menyatakan upah buruh ditentukan berdasarkan survei biaya hidup layak.

Formula tersebut juga dinilai mengabaikan nilai kemanusiaan karena hanya berorientasi pada upah murah. Dia pun mengatakan KSPI akan memperjuangkan kenaikan upah minimum rata-rata 50 persen di tingkat nasional, terutama di DKI Jakarta menjadi Rp 3,7 juta.

"Sesuai isi pidato Presiden pada 16 Agustus 2013, yang menyatakan pemerintah tetap harus menjaga daya beli masyarakat," kata Said. Menurut dia, pidato itu dapat pula diartikan dengan menaikkan upah buruh ke tingkat yang layak dan tak kembali ke rezim upah murah.

Said pun berpendapat tak ada korelasi antara pelemahan nilai tukar rupiah dengan kebijakan upah buruh. "Pelemahan rupiah ini lebih disebabkan utang dalam bentuk mata uang dollar AS yang berlebihan oleh pengusaha swasta hitam," tegas dia.

Demonstrasi untuk upah murah

KSPI akan menggelar demonstrasi besar sebagai respons atas paket kebijakan ekonomi Pemerintah. Rencananya, sebut Said, demonstrasi akan digelar mulai 31 Agustus 2013, berawal di Bekasi dengan 20.000 buruh.

Lalu, kata Said, demonstrasi akan kembali digelar pada 3 September 2013, melibatkan 5.000 buruh dari Froum Buruh DKI. Berikutnya pada 5 September 2013, direncanakan aksi se-Jabodetabek, dengan 30.000 buruh.

Berlanjut, tutur Said, demonstrasi akan digelar di Jawa Timur pada 10 September 2013 dengan 10.000 buruh. Lalu pada 11 September 2013, demonstrasi serupa dijadwalkan digelar di Medan, dengan 5.000 buruh.

Berturut-turut sesudahnya, 12 September 2013, demonstrasi di Batam dengan 5.000 buruh. Lalu, 13 September 2013, demonstrasi di Bandung dengan 5.000 buruh. Sementara daerah lain seperti Lampung, Manado, Makassar, Gorontalo, dan Aceh, juga akan segera menjadwalkan aksi serupa.

Sebagai pemuncak, kata Said, KSPI merencanakan aksi mogok nasional pada Oktober atau November 2013. Direncanakan 4 juta buruh yang tergabung dalam KSPI dan elemen serikat buruh lain akan ikut dalam aksi itu.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.