Dinilai Berjasa dalam Pembangunan, Hatta Rajasa Dapat Gelar dari BPPT

Kompas.com - 26/08/2013, 11:28 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa KOMPAS/RADITYA HELABUMIMenteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberi gelar Perekayasa Utama Kehormatan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. Pemberian gelar tersebut karena Hatta dianggap berjasa menetapkan kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang berbasiskan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing ditunjang penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kepala BPPT Marzan A Iskandar mengatakan, pihaknya sebagai instansi pembina jabatan fungsional perekayasa nasional mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan dan mengembangkan profesionalisme perekayasa dan mengantarkan mereka agar berperan dan berkontribusi lebih besar dalam pengembangan teknologi dan inovasi untuk bangsa Indonesia.

"Dengan demikian diharapkan pada akhirnya perekayasa dapat memberikan kontribusi, baik langsung maupun tidak langsung dalam meningkatkan kemampuan, daya saing dan kemandirian serta kesejahteraan bagi bangsa Indonesia," kata Marzan di kantornya, Jakarta, Senin (26/8/2013).

Ia menambahkan, pihaknya menganggap tepat bila Hatta Rajasa memperoleh gelar tersebut. Sebab dirinya dianggap mampu mendorong pemanfaatan teknologi untuk pembangunan di Indonesia.

Penganugerahan dianggap tepat mengingat Indoesia akan memasuki tahun penting yaitu Masyarakat Asean pada tahun 2015 mendatang. Di sisi lain, Hatta juga dianggap mampu menuangkan gagasannya ke Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia 2011 - 2025 (MP3EI). Pelaksanaan MP3EI adalah wujud komitmen kebangsaan pada pembangunan ekonomi jangka menengah yang berbasiskan rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi.

"MP3EI memfasilitasi perluasan peran perekayasa iptek pada transformasi pembangunan ekonomi dari Efficiency Driven Economy pada masa ini menjadi Innovation Driven Economy pada tahun 2025," ujar Marzan.

Gelar Perekayasa Utama Kehormatan adalah suatu gelar yang diberikan sebagai bentuk penghormatan kepada warga negara pilihan atas jasanya yang telah bermanfaat bagi kepentingan masyarakat dan bangsa Indonesia. Penganugerahan gelar ini diselenggarakan setiap tahun sejak 2007 dalam rangka memperingati HUT BPPT yang pada tahun 2013 ini menginjak usia ke-35. Hatta Rajasa sendiri merupakan penerima Gelar Perekayasa Utama Kehormatan yang ketujuh.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X