Mendagri Minta Daerah Percepat Proses Perizinan Bisnis

Kompas.com - 26/08/2013, 15:38 WIB
Ilustasi di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Provinsi Kalimantan Selatan. Kompas/Defri WerdionoIlustasi di Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Provinsi Kalimantan Selatan.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meminta para penyelenggara di daerah mempercepat perizinan awal usaha (starting business) untuk mengefektifkan paket kebijakan ekonomi yang digulirkan pemerintah pusat.

Dalam kebijakan baru tersebut, proses perizinan yang awalnya memakan waktu 60 hari menjadi 17 hari. "Tolong itu benar-benar ditaati. Jangan dipersulit orang berurusan. Ini supaya ekonomi bergairah. Dollar AS kembali normal, ekspor meningkat, dan investasi banyak yang masuk," katanya.

Mantan Bupati Solok tersebut meminta pelayanan terpadu satu pintu diefektifkan dalam mempercepat proses perizinan. Dari 31 jenis perizinan, hanya 5 yang menjadi wewenang pemerintah pusat, sementaran sisanya di daerah. "Kuncinya (untuk menyelamatkan ekonomi) ada di daerah," ujarnya.

Selain itu, mantan Gubernur Sumatera Barat tersebut juga meminta para penyelenggara daerah untuk mencari penyebab sekaligus memperbaiki tingginya tingkat inflasi. "Ini penting supaya daya beli masyarakat tidak tergerus, kemudian menyebabkan living cost (biaya hidup) tinggi dan akhirnya kemiskinan akan terus terjadi," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan empat paket kebijakan ekonomi untuk menyelematkan kondisi perekonomian nasional. Paket kebijakan ini meliputi paket kebijakan fiskal, moneter, pasar modal, hingga industri.

"Pemerintah memastikan pembiayaan APBN Perubahan 2013 dalam kondisi aman. Insentif yang akan diberikan ini baik di tingkat Kementerian Keuangan maupun industri padat karya," kata Menteri Perekonomian Hatta Rajasa saat menyampaikan selepas rapat terbatas di Istana Presiden Jakarta, Jumat (23/8/2013).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X