Ini Sikap Pemerintah soal Renegoisasi Kontrak Karya

Kompas.com - 28/08/2013, 07:44 WIB
Wakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo Alfian KartonoWakil Menteri (Wamen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Susilo Siswoutomo
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah masih menyatukan pendapat soal rencana renegoisasi kontrak karya dan perjanjian karya pengusaha pertambangan batubara (PKP2B). Saat ini, pemerintah masih menghitung kesepakatan yang dapat menguntungkan secara bersama.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo mengatakan, pemerintah masih mencari posisi dalam rangka renegoisasi kontrak karya dan PKP2B ini. Ada sekitar 111 kontrak karya dan PKP2B yang harus dinegosiasikan sesuai dengan amanah undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara (minerba).

"Untuk itu kita harus sepakat dulu. Posisi pemerintah bagaimana untuk masing-masing isunya. Misalnya luas wilayah, perpanjangan kontrak, penerimaan negara, divestasi. Ini dibikin, didiskusikan dan ditetapkan," kata Susilo saat ditemui di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Selasa (27/8/2013).

Tentunya, dengan sikap pemerintah nanti, renegoisasi kontrak karya akan diperbarui dengan peraturan pemerintah (PP). Sehingga, harapannya seluruh kontrak karya yang ada bisa diselesaikan pada akhir tahun ini.

Namun Susilo menjelaskan, dari sekitar 37 kontrak karya terutama untuk perusahaan besar,  hanya dua kontrak karya yang selesai. "Dengan adanya kesepakatan pemerintah, saya yakin ini bisa selesai. Ini juga termasuk yang besar-besar seperti Freeport dan Newmont," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X