Kompas.com - 30/08/2013, 07:19 WIB
EditorErlangga Djumena

NEW YORK, KOMPAS.com — Saham-saham di Wall Street ditutup menguat pada Kamis (29/8/2013) waktu setempat, (Jumat pagi WIB), menyusul kenaikan pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua dan pergeseran dalam ekspektasi yang menjauh dari serangan militer segera terhadap Suriah.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 16,44 poin (0,11 persen) menjadi 14.840,95. Indeks berbasis luas S&P 500 bertambah 3,21 poin (0,20 persen) pada 1.638,17, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 26,95 poin (0,75 persen) menjadi 3.620,30.
     
Departemen Perdagangan AS melaporkan, pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal kedua datang pada tingkat tahunan sebesar 2,5 persen, lebih cepat dari perkiraan semula sebesar 1,7 persen. "Belanja konsumen dan ekspor yang lebih kuat mendukung kenaikan dari laju kuartal pertama yang lamban 1,1 persen, sedangkan impor tumbuh lebih lambat dari perkiraan awal," sebutnya.

Selain itu, pasar juga telah ditenangkan oleh pergeseran yang muncul dari kekuatan AS dan Barat lainnya dalam hal waktu setiap serangan militer terhadap Suriah dan dalam menanggapi dugaan serangan senjata kimia terhadap rakyatnya.

"Tampak sepertinya menjadi kurang urgensi tentang serangan dalam waktu dekat," kata Alec Young, ahli strategi ekuitas global untuk S&P Capital IQ. "Tingkat tekanannya telah sedikit turun."

Komponen Dow Verizon naik 2,7 persen setelah raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone mengatakan dalam pembicaraan mengenai kemungkinan penjualan sahamnya di Verizon. Saham tersebut dikatakan bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS. Saham Vodafone yang diperdagangkan di AS naik 8,1 persen.

Raksasa minyak Exxon Mobil dan Chevron, keduanya komponen Dow, masing-masing turun 1,8 persen dan 1,2 persen karena harga minyak mundur menyusul berkurangnya kecemasan atas Suriah.

Microsoft, komponen Dow lainnya, naik 1,6 persen karena laporan bahwa raksasa teknologi itu sedang mempertimbangkan investasi strategis di Foursquare, yang menyediakan rekomendasi tentang restoran dan layanan lainnya berdasarkan wilayah geografis.

Rumah mode Guess melonjak 12,9 persen setelah memperkirakan laba setahun penuh dalam kisaran 1,78 dollar AS hingga 1,92 dollar AS per saham, sedangkan analis saat ini memproyeksikan laba sebesar 1,80 dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber AFP/ANTARA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Bahlil: Jujur, Negara Belum Hadir Maksimal Mengurus UMKM

Menteri Bahlil: Jujur, Negara Belum Hadir Maksimal Mengurus UMKM

Whats New
Dikaitkan dengan ACT, Bukalapak Buka Suara

Dikaitkan dengan ACT, Bukalapak Buka Suara

Whats New
Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.