IMF: Langkah Pemerintah dan BI Sudah Tepat untuk Jangka Pendek

Kompas.com - 30/08/2013, 07:27 WIB
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com —
Pemerintah dan Bank Indonesia telah membuat langkah yang tepat dalam meredam dampak krisis global untuk jangka pendek. Namun, untuk jangka menengah, pemerintah harus membenahi masalah struktural agar daya tahan fundamental perekonomian menjadi lebih kokoh.

Penasihat Dana Moneter Internasional (IMF) untuk Asia Pasifik David Cowen mengemukakan ini dalam diskusi bertajuk Indonesia-Mengelola Norma Baru Global yang diselenggarakan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Jakarta, Kamis (29/8/2013). Cowen memaparkan laporan terbaru IMF soal Indonesia kepada anggota Apindo.

Perubahan struktural tersebut mencakup reformasi iklim investasi, seperti masalah perburuhan, untuk bersiap menampung relokasi industri dari China dan negara lainnya ke Indonesia. Pemerintah juga harus memperluas basis pajak dan membenahi administrasi pajak untuk meningkatkan penerimaan.

Cowen menyarankan agar pemerintah mengurangi subsidi energi secara bertahap dan mengalihkannya untuk bantuan langsung tunai kepada kelompok miskin. Menurut Cowen, pemerintah sebaiknya mengarahkan anggaran untuk mengembangkan sistem jaminan sosial dan membangun infrastruktur.

Dalam kesempatan ini, Cowen menyoroti tingkat upah minimum Indonesia yang relatif sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain. Menurut Cowen, hal ini turut memacu inflasi dan berkorelasi dengan tingkat produktivitas yang menentukan daya saing di pasar global.

”Indonesia memiliki suplai tenaga kerja yang banyak dan sebagian besar bekerja di sektor pertanian dengan produktivitas rendah. Harus ada reformasi struktural untuk mengalihkan mereka ke sektor bernilai tambah,” kata Cowen.

Upah buruh

Secara terpisah, Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi berharap Instruksi Presiden tentang pengupahan bisa menjadi solusi bagi industri. Menurut Sofjan, pemerintah harus menjaga tingkat kenaikan upah minimum provinsi selaras dengan upaya menjaga kesinambungan pekerjaan dan penciptaan lapangan kerja baru.

”Sekarang ini saatnya kita bersatu agar perekonomian Indonesia tidak semakin parah. Kita tetap ingin buruh sejahtera, tetapi jangan sampai kenaikan upah tidak masuk akal malah membuat industri tutup dan lapangan kerja berkurang,” kata Sofjan.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini, dalam acara yang sama, mengatakan, seluruh komponen harus solid karena krisis kali ini memiliki pilihan jalan keluar yang lebih sedikit daripada tahun 1998 dan 2008. Liberalisasi berbagai sektor atas saran IMF sejak tahun 1998 membuat struktur ekonomi Indonesia berubah.

”Pada tahun 1998, kita tidak memiliki masalah defisit neraca perdagangan dan neraca berjalan yang sekarang terjadi. Masalah ekonomi sekarang adalah kesalahan kebijakan dan tata kelola,” kata Hendri.

Hendri menguraikan, pemerintah atas saran IMF meliberalkan sektor pertanian dengan mendorong impor dan mengurangi subsidi. Sektor pertanian nasional yang belum kokoh akhirnya kehilangan daya saing menghadapi produk impor yang murah dan masuk kapan saja.

Menurut Hendri, pemerintah mengabaikan sektor pertanian yang menampung sedikitnya 40 juta tenaga kerja sehingga menjadi penopang perekonomian nasional. Hendri meminta pemerintah sadar dan mau membenahi masalah struktural perekonomian di semua sektor.

”Bukan mengutak-atik kebijakan moneter dan fiskal semata. Harus ada perubahan yang mendasar karena penyebab inflasi terbesar adalah tahu, tempe, dan beras,” kata Hendri.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, saat berdiskusi dengan komunitas seniman di Yogyakarta, Rabu (28/8/2013) malam, mengatakan, Indonesia harus memiliki paradigma sebagai negara eksportir untuk mendorong perekonomian lebih maju. Ini untuk dapat memacu ekspor, mulai dari produk pertanian, manufaktur, hingga seni dan budaya.

”Paradigma swasembada agak salah parkir, harus berparadigma menjadi eksportir yang paling efisien,” ujarnya.

Gita menuturkan, Indonesia saat ini masih harus banyak mengimpor berbagai komoditas dari luar negeri. Ia mencontohkan, bawang putih harus diimpor setiap tahun karena hasil produksi di dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. (HAM/RWN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kemendag Kirimkan 1,3 Juta Liter Migor Minyakita ke Wilayah Timur Indonesia

Kemendag Kirimkan 1,3 Juta Liter Migor Minyakita ke Wilayah Timur Indonesia

Whats New
Menko Airlangga: Dana PEN Berakhir Tahun Ini

Menko Airlangga: Dana PEN Berakhir Tahun Ini

Whats New
RMK Energy Catatkan Laba Bersih Rp 141,8 Miliar pada Semester I-2022

RMK Energy Catatkan Laba Bersih Rp 141,8 Miliar pada Semester I-2022

Rilis
Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Jadi Rekam Jejak Penanganan Covid-19, Buku Vaksinasi Covid-19 Diluncurkan

Whats New
Sosialisasi Cara Hitung TKDN, Kejaksaan RI Gandeng BUMN Inspeksi

Sosialisasi Cara Hitung TKDN, Kejaksaan RI Gandeng BUMN Inspeksi

Whats New
Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Kejar Produktivitas, Kementan Upayakan Distribusi Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran

Rilis
Kurs Rupiah Ditutup Menguat, 1 Dollar AS Setara Rp 14.765

Kurs Rupiah Ditutup Menguat, 1 Dollar AS Setara Rp 14.765

Whats New
Nielsen: Belanja Iklan Naik 7 Persen di Semester I-2022, TV Masih Mendominasi

Nielsen: Belanja Iklan Naik 7 Persen di Semester I-2022, TV Masih Mendominasi

Whats New
Naik 63 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia Capai Rp 750 Miliar

Naik 63 Persen, Laba Bersih Citi Indonesia Capai Rp 750 Miliar

Whats New
Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Harga Mi Instan Bakal Naik, Simak Harganya di Tokopedia, Shopee, dan Blibli

Whats New
Cetak Kinerja Bisnis Cemerlang, Elnusa Petrofin Raih Sales Team Awards 2022

Cetak Kinerja Bisnis Cemerlang, Elnusa Petrofin Raih Sales Team Awards 2022

Rilis
Pengusaha Dapat Stimulus di Sektor Usaha Jasa Konstruksi

Pengusaha Dapat Stimulus di Sektor Usaha Jasa Konstruksi

Whats New
IHSG Ditutup Menguat 1,05 Persen, 3 Emiten Ini Catatkan Kenaikan Saham Paling Tinggi

IHSG Ditutup Menguat 1,05 Persen, 3 Emiten Ini Catatkan Kenaikan Saham Paling Tinggi

Whats New
Ini Keuntungan yang Bisa Didapat Mitra GoFood lewat Kolaborasi Bank Jago dan GoTo Financial

Ini Keuntungan yang Bisa Didapat Mitra GoFood lewat Kolaborasi Bank Jago dan GoTo Financial

Whats New
Erick Thohir: Restrukturisasi dan Transformasi Garuda Berjalan 'On The Track'

Erick Thohir: Restrukturisasi dan Transformasi Garuda Berjalan "On The Track"

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.