Kompas.com - 02/09/2013, 14:47 WIB
Suasana pembangunan gedung-gedung pencakar langit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/4/2013). Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,8 persen-6,2 persen pada tahun ini. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNASuasana pembangunan gedung-gedung pencakar langit di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/4/2013). Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,8 persen-6,2 persen pada tahun ini.
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com -
Walaupun banyak investor menarik dananya di Indonesia, namun bos OCBC Bank, Samuel Tsien masih yakin dengan prospek jangka panjang dari Indonesia.

Dia mengatakan kepada The Straits Times, bahwa perekonomian Indonesia mampu melewatinya. “Saya tak khawatir sama sekali terhadap investasi portofolio kami di sana (Indonesia), " tambahnya.

Ia bilang, bisnis OCBC Indonesia tumbuh dengan mantap, dan berhasil memberikan kontribusi 5 persen dari keseluruhan pendapatan bank tahun lalu, dan tumbuh sebesar 6 persen di semester I tahun ini .

Bank ini telah beroperasi di Indonesia sejak 2004, melalui unit OCBC NISP, yang kini memiliki 340 cabang di seluruh negeri. Tsien bilang, saat ini bisnis perbankan mereka di Indonesia itu berada di jalur pertumbuhan.

Keyakinan Tsien ditopang oleh tindakan tegas yang diambil Bank Indonesia pada Kamis lalu (29/8/2013). Dimana, bank sentral di Indonesia itu memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan bank alias BI rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 7 persen.

Selain itu, BI juga memperpanjang kesepakatan swap dengan Jepang yang memungkinkan Indonesia meminjam cadangan devisa bank sentral Jepang akan membantu Indonesia menghindari skenario terburuk.

"Mereka (BI) mengerti apa yang terjadi , mereka tahu apa yang diperlukan dan mereka telah melakukan hal yang cepat , " kata Tsien .

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kata Tsien, yang perlu dilakukan Indonesia saat ini adalah, sikap pemerintah dalam kebijakan fiskal guna mengurangi defisit perdagangan.

Ia percaya, dengan langkah yang tepat, tingkat inflasi Indonesia yang tinggi bisa mereda, dan sektor manufaktur kembali memiliki kontribusi terhadap pendapatan negara.

Sementara itu, dampak dari kenaikan BI rate diproyeksikan Tsien akan mempengaruhi kredit bisnisnya di Indonesia. "Permintaan pinjaman akan turun, tetapi tumbuh di dua digit tahun ini , kami berharap pertumbuhan aset bisa menjadi 30 persen,” jelas Tsien. (Asnil Bambani Amri)



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menhub: Pergerakan Pesawat Semakin Baik

Menhub: Pergerakan Pesawat Semakin Baik

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Tips Aman Cari Jodoh Melalui Aplikasi | 'Empty Love', Benarkah Terjadi Melalui Proses Perjodohan? | Sudah Tahu 'Toxic' Kenapa Masih Dipertahankan?

[KURASI KOMPASIANA] Tips Aman Cari Jodoh Melalui Aplikasi | "Empty Love", Benarkah Terjadi Melalui Proses Perjodohan? | Sudah Tahu "Toxic" Kenapa Masih Dipertahankan?

Rilis
Punya Uang Rusak Tak Layar Edar, Ini yang Harus Dilakukan

Punya Uang Rusak Tak Layar Edar, Ini yang Harus Dilakukan

Whats New
Jokowi Diminta Benahi Kusutnya Pelabuhan di Indonesia

Jokowi Diminta Benahi Kusutnya Pelabuhan di Indonesia

Whats New
Soal PPN Sembako, Komisi XI DPR: Tarik dan Revisi Isi RUU KUP

Soal PPN Sembako, Komisi XI DPR: Tarik dan Revisi Isi RUU KUP

Rilis
Strategi Menaker Ida Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan di Era Industri 4.0

Strategi Menaker Ida Hadapi Transformasi Ketenagakerjaan di Era Industri 4.0

Rilis
Tinjau Kebakaran di Kilang Cilacap, Bos Pertamina: Tidak Ada Korban

Tinjau Kebakaran di Kilang Cilacap, Bos Pertamina: Tidak Ada Korban

Rilis
Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman Sudah 90 Persen

Persiapan Pembukaan Pariwisata Bali untuk Wisman Sudah 90 Persen

Whats New
Sering Dibully Jadi Alasan 5 Calon Pekerja Migran Terjun dari Lantai 4 BLK Malang

Sering Dibully Jadi Alasan 5 Calon Pekerja Migran Terjun dari Lantai 4 BLK Malang

Rilis
Cek Pajak Kendaraan Motor dan Mobil DKI Jakarta di Sini

Cek Pajak Kendaraan Motor dan Mobil DKI Jakarta di Sini

Spend Smart
Kemenkeu: RUU Perpajakan Mungkin Akan Dinikmati Pemerintahan Era Mendatang

Kemenkeu: RUU Perpajakan Mungkin Akan Dinikmati Pemerintahan Era Mendatang

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] 3 Rekomendasi Film dan Serial untuk Pecinta Genre Horor

[KURASI KOMPASIANA] 3 Rekomendasi Film dan Serial untuk Pecinta Genre Horor

Rilis
Buka Pesta Kesenian, Jokowi: Tunjukkan ke Dunia, Bali Aman Dikunjungi

Buka Pesta Kesenian, Jokowi: Tunjukkan ke Dunia, Bali Aman Dikunjungi

Whats New
Biar Hemat, Manfaatkan Promo Indomaret Pekan Ini

Biar Hemat, Manfaatkan Promo Indomaret Pekan Ini

Whats New
Jadi Komut Inalum, Berapa Gaji yang Didapat Doni Monardo?

Jadi Komut Inalum, Berapa Gaji yang Didapat Doni Monardo?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X