Minim Sentimen Positif, IHSG Bakal Lanjutkan Pelemahan?

Kompas.com - 03/09/2013, 07:55 WIB
Ilustrasi KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya. Hal ini seiring dengan masih minimnya sentimen positif.

Analis Trust Securities Reza Priyambada mengatakan, IHSG gagal melanjutkan tren kenaikan (upreversal) dari area jenuh beli (oversold).

"Meski IHSG sempat berada di kisaran target resisten kami (4.189-4.227), namun kembali melemah dan masuk dalam kisaran target support kami (4.085-4.127). Kondisi ini memungkinkan potensi pelemahan lanjutan namun diharapkan bisa terbatas dengan adanya imbas positif dari laju bursa saham global," kata Reza di Jakarta, Selasa (3/9/2013).

Reza memprediksi IHSG akan bergerak di level support 3.995-4.075 dan resistance 4.158-4.217. Sementara rekomendasi sahamnya antara lain CTRA, SMGR, CMNP, AKRA, TBIG, BMTR, MEDC, TAXI, ARNA, MPMX dan HRUM.

Dari sisi regional, IHSG akan dipengaruhi oleh rilis kenaikan NBS Manufacturing PMI China di akhir pekan kemarin yang direspon positif pada hampir mayoritas bursa saham Asia. Bahkan di awal pekan pun dirilis data tambahan dari China yaitu, HSBC Manufacturing PMI yang juga menunjukkan angka yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tak ketinggalan, rilis kenaikan building permits Australia dan capital spending Jepang yang berimbas pada turunnya nilai tukar Yen turut menambah sentimen positif.

Perbaikan data-data di Jepang membuat JP Morgan Chase & Co, memperkirakan akan adanya kenaikan pertumbuhan. Perbaikan kegiatan manufaktur yang berimbas pada kenaikan indeks manufakturnya juga dirasakan sejumlah wilayah di zona Euro. Pelaku pasar merespon positif sehingga laju bursa saham Eropa pun mampu rebound setelah didera pelemahan di akhir pekan terkait dengan rencana invasi ke Suriah.

"Berita-berita positif pada emiten antara lain akuisisi Vodafone dengan Verizon Comm Inc, Anglo American Plc, dan Bovis Homes Group Plc turut membuat laju bursa saham Eropa positif," jelasnya.

Sementara dari dalam negeri sendiri, IHSG bakal terpengaruh oleh sentimen defisit neraca perdagangan Juli yang jauh lebih besar dari bulan sebelumnya (2,3 triliun dollar AS dibanding 850 juta dollar AS di bulan sebelumnya).

Ini mengakibatkan IHSG terkena tekanan jual. Belum lagi penilaian IMF yang memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia membuat harapan IHSG untuk kembali menanjak pupus sudah. "Hopeless. Mungkin itulah ungkapan sebagian pelaku pasar terhadap data-data yang kurang baik di awal September ini dimana justru datang dari internal," katanya.

Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.206,95 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.061,64 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4.101,23. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X