Lion Air Bantah Isu Pilot Asing Hengkang

Kompas.com - 03/09/2013, 11:24 WIB
Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat meninjau Batam Aero Teknik, di Batam, Kep.Riau, Kamis (29/8/2013). ESTU SURYOWATIDirektur Umum Lion Air, Edward Sirait, saat meninjau Batam Aero Teknik, di Batam, Kep.Riau, Kamis (29/8/2013).
EditorErlangga Djumena


JAKARTA, KOMPAS.com
 — PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) membantah isu hengkangnya sejumlah pilot asing dari maskapai itu. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menegaskan, isu tersebut murni persaingan bisnis maskapai. Namun, Edward enggan menyebutkan lawan bisnis yang dimaksud.

"Itu tidak benar, 45 pilot hengkang tidak mungkin," kata Edward seperti dikutip Tribunnews.com, Selasa (3/9/2013).

Sementara itu, terkait isu pilot asing Lion menuntut gaji dengan mata uang dollar Amerika Serikat karena melemahnya nilai tukar rupiah, Edward mengatakan bahwa sebelum pilot asing menandatangani kontrak dengan manajemen Lion, biasanya perusahaan terlebih dahulu menawarkan kepada sang pilot mata uang yang diinginkannya sebagai pembayaran gaji. Baik dollar AS maupun rupiah, Lion berusaha mengabulkan permintaan tersebut sesuai kontrak.

"Tapi kalau pilot asing ternyata ingin meninjau ulang kontrak mereka soal pembayaran gaji, maka pilot asing biasanya harus menunggu hingga kontrak pilot dinyatakan habis. Setelah itu mereka bisa negosiasi ulang dengan Lion, mata uang apa yang mereka inginkan untuk gaji," paparnya.

Selama ini kontrak pilot asing Lion Air berkisar dua hingga tiga tahun. Beda halnya dengan pilot lokal yang memiliki durasi kontrak lebih panjang, yaitu 5 hingga 20 tahun.

Saat ini Lion Air memiliki 1.200 pilot. Pilot domestik terdiri dari 1.000 orang, sedangkan sisanya pilot asing. "Gaji pilot asing dan lokal tidak jauh berbeda. Namun, pilot asing dapat fasilitas tempat tinggal karena mereka jauh dari rumah. Dengan demikian, tidak akan ada ketimpangan kesejahteraan yang mengakibatkan kecemburuan," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, penundaan keberangkatan (delay) yang dialami pesawat Lion Air ternyata terkait terpuruknya mata uang rupiah terhadap dollar AS.

Sang sumber yang merupakan pilot senior di sebuah maskapai penerbangan nasional mengungkapkan, hal itu disebabkan para pilot asing yang dipekerjakan oleh Lion enggan dibayar dengan rupiah.

"Mereka enggak mau dibayar pakai rupiah yang terus anjlok. Mereka (pilot asing) maunya dibayar pakai dollar AS," ujar sang sumber kepada Tribunnews.com.

Sementara itu, pihak Lion Air enggan membayar para pilot asing itu dengan dollar AS. Hal itu dikarenakan akan berdampak sangat besar terhadap keuangan perusahaan. Akibatnya, lanjut si sumber, para pilot asing mogok dan pulang ke negara masing-masing, dan tak mau mengemudikan pesawat Lion Air sebelum dibayar dengan uang dollar AS.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Fakta GBK, Aset Negara Bernilai Paling Mahal, Sebagian Dikelola Swasta

Whats New
Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Erick Thohir Buka Suara Soal Adanya Komisaris BUMN yang Rangkap Jabatan

Whats New
5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

5 Kesalahan Finansial yang Perlu Dihindari oleh Pasangan Baru Nikah

Smartpreneur
Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Schneider Electric Gandeng iMasons untuk Perkuat Industri Infrastruktur Digital

Rilis
[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

[POPULER MONEY] Tahapan yang Dilalui Penumpang Lion | Defisit Selalu Ditambal dengan Utang

Whats New
Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Kader Gerindra Jadi Eksportir Lobster, Edhy: Keputusan Bukan Saya, Tapi Tim

Whats New
Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Erick Thohir Ingin Rampingkan BUMN Hingga Tersisa 40 Perusahaan Saja

Whats New
Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Fakta Lobster, Dulunya Makanan Orang Miskin dan Narapidana

Whats New
Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Erick Thohir: Jangan Hanya Siap Diangkat menjadi Pejabat, Tapi juga Harus Siap Dicopot

Whats New
Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Perkuat Aplikasi Pangan, BGR Logistics Gandeng HARA Technology

Whats New
Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Pandemi Corona, Laba Produsen Mi Instan Korea Melonjak 361 Persen

Whats New
Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Ada Pandemi Covid-19, Bagaimana Nasib Pendanaan Ibu Kota Baru?

Whats New
Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Melihat Peluang Bisnis Berpotensi Cuan Saat New Normal, Ini Caranya

Work Smart
Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Penuhi Kebutuhan di Masa Pandemi, Belanja “Online” Jadi Solusi

Spend Smart
Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Mentan Yakinkan Petani Mudah Dapatkan KUR dari LKM-A dan Koptan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X