Jalur Rel Ganda Lintas Utara Sudah Rampung 90 Persen

Kompas.com - 04/09/2013, 07:34 WIB
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono. KONTAN/ACHMAD FAUZIEWakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono.
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com- Pembangunan jalur rel ganda lintas utara sudah rampung 90 persen. Pada beberapa titik masih ada persoalan pembebasan lahan yang belum rampung.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pihaknya masih berupaya merampungkan pengerjaan jalur ganda Cirebon-Surabaya sepanjang 436 kilometer ini hingga 31 Desember 2013.

”Kami optimistis jalur ganda ini bisa rampung akhir tahun ini agar pada tahun depan bisa meningkatkan kapasitas angkut penumpang dan barang,” kata Bambang, Selasa (3/9/2013), saat meninjau pembangunan jalur ganda.

Hingga Agustus 2013, total lahan yang telah dibebaskan 679.027 meter persegi atau 58,05 persen. Total luas lahan yang perlu dibebaskan 1.169.701 meter persegi.

Bambang mengatakan, waktu 1,5 bulan ini merupakan masa kritis untuk merampungkan pembebasan lahan agar pembangunan tetap bisa selesai pada akhir tahun ini. Sebab, pembangunan konstruksi jalan rel memakan waktu 1-2 tahun.

Salah satu titik yang masih dalam pembebasan ada di Desa Losari Kidul, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, sepanjang sekitar 400 meter. Sebanyak 29 keluarga belum bersedia pindah karena belum menemukan titik temu tentang ganti rugi.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, persoalan ganti rugi di Losari Kidul akan diputuskan pengadilan. ”Kami mencari solusi yang terbaik. Namun, keputusan ada di pengadilan,” katanya seusai menemui rombongan Wakil Menteri Perhubungan di Stasiun Brebes.

Tim pembebasan tanah di ruas Pekalongan-Semarang, Dandung Iskandar, mengatakan, pembebasan tanah sering membutuhkan waktu lama karena sejumlah hal, seperti surat hak tanah yang belum berganti nama dengan pemilik saat ini. Padahal, kepemilikan tanah sudah berganti-ganti. Selain itu, ada juga persoalan hak waris tanah yang belum selesai sehingga belum bisa dibayarkan ganti ruginya.

Di Kota Semarang, sejumlah warga di empat kelurahan menempati tanah negara. Mereka juga belum bisa dipindahkan karena masih menunggu payung hukum Badan Pertanahan Nasional untuk ganti rugi.

Hingga 25 Agustus, terdapat sejumlah kendala lapangan, antara lain, galian badan jalan kereta api longsor dan badan jalan kereta api ambles sepanjang 50 meter di jalur 4 Stasiun Ujungnegoro. Petugas masih membenahi kerusakan tersebut.

Ada juga permasalahan pemindahan utilitas pipa PT Petrokimia antara Lamongan dan Babat sepanjang 9 kilometer.

Pembangunan jalur ganda lintas utara dikerjakan tahun 2012 dan 2013. Anggaran yang disediakan Rp 9,8 triliun. Bambang Susantono mengatakan, pembangunan infrastruktur ini diharapkan bisa memindahkan angkutan barang dari jalan ke rel sampai 1 juta kontainer per tahun.

Pembatasan kecepatanSementara itu, sejumlah ruas jalur ganda sudah dioperasikan, antara lain Stasiun Cirebon Prujakan-Losari sepanjang 34 kilometer. Total ada 71 kilometer jalur baru yang sudah bisa dilewati kereta api.

Namun, kecepatan kereta api yang melintas di jalur baru tersebut masih dibatasi. Kereta inspeksi yang membawa rombongan wakil menteri melaju dengan kecepatan di bawah 60 kilometer per jam di jalur rel baru tersebut.

Direktur Prasarana Kementerian Perhubungan Arief Heryanto mengatakan, pembatasan kecepatan di jalur rel baru memang diberlakukan, yakni maksimal 60 kilometer per jam. Adapun jalur lainnya masih dalam tahap pengerjaan. (ART)

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X