AS Serang Suriah, Ekspor Indonesia Terganggu

Kompas.com - 04/09/2013, 16:44 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. KOMPAS/RIZA FATHONIPelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Dampak penyerangan Amerika Serikat ke Suriah diperkirakan akan mengganggu ekspor perdagangan Indonesia ke wilayah Timur Tengah.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, kisruh politik di Suriah ini memang sudah lama. Namun pengaruh kisruh politik tersebut belum akan berdampak ke wilayah Timur Tengah secara keseluruhan.

"Daerah Timur Tengah yang kita maksudkan terlalu general. Mungkin di bagian selatan. Negara-negara tersebut justru kalau ada Suriah, nanti pasokan dari Suriahnya akan terganggu," kata Bayu saat ditemui selepas rakor terbatas soal pangan di kantor Kementerian Perekonomian Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Ia menambahkan, dampak kisruh politik di Suriah ini belum diketahui apakah bisa sampai bergeser hingga ke Terusan Suez atau tidak. Namun jika ini terjadi, maka hal tersebut akan mengganggu lalu lintas perdagangan dunia, khususnya ke Timur Tengah.

Kendati demikian, Bayu menilai ekspor Indonesia justru lebih banyak ke negara Timur Tengah bagian selatan. Bayu berharap agar kisruh politik di Suriah ini tidak akan merambah ke wilayah ekspor pasar Indonesia ini.

"Saya belum tahu (dampak ke Terusan Suez). Tapi mudah-mudahan relatif tidak terganggu. Itu dari coverage-nya," katanya.

Untuk mengantisipasi gejolak ini, pemerintah akan terus berupaya menjaga neraca perdagangan dalam negeri serta indikator makro moneter seperti nilai tukar dan harga minyak mentah dunia. "Dua ini yang paling kritikal yang harus dicermati sekarang," jelasnya.

Bayu berharap pemerintah mau menekan angka impor minyak yang selama ini menjadi biang kerok defisit neraca transaksi berjalan.

Pemerintah akan memperluas daerah pemasaran produk ekspor asal Indonesia ke berbagai negara. Misalnya, Indonesia baru saja menjalin kesepakatan dengan Pakistan yang mampu memberikan tambahan ekspor sekitar 200 juta dollar AS.

Kemudian soal kesepakatan kayu di Eropa dengan target tambahan nilai ekspor sebesar 500 juta dollar AS. Belum juga soal promosi udang ke Amerika Serikat dan beberapa ekspor kecil ke berbagai negara.

"Mudah-mudahan ini bisa menambah ekspor dan devisa kita dan ini akan banyak impact ke rupiah dan defisit kita," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X