Kompas.com - 05/09/2013, 10:16 WIB
Sebuah mobil angkutan umum melewati jalan penghubung Desa Batu Putih - Saumlaki, Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, yang rusak parah, Rabu (14/11/2012). Infrastruktur yang sangat terbatas menyebabkan pergerakan ekonomi masyarakat di pulau tersebut terhambat. Setiap musim penghujan, warga sama sekali tidak dapat melewati jalan itu menggunakan kendaraan bermotor.

KOMPAS/ALBERTUS HENDRIYO WIDISebuah mobil angkutan umum melewati jalan penghubung Desa Batu Putih - Saumlaki, Pulau Yamdena, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, yang rusak parah, Rabu (14/11/2012). Infrastruktur yang sangat terbatas menyebabkan pergerakan ekonomi masyarakat di pulau tersebut terhambat. Setiap musim penghujan, warga sama sekali tidak dapat melewati jalan itu menggunakan kendaraan bermotor.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014 di bidang infrastruktur diperkirakan bakal meleset jauh. Tren penyerapan anggaran kementerian terkait infrastruktur terus mengalami perlambatan.

"Setiap tahun anggaran infrastruktur bertambah tapi penyerapannya terus mengalami perlambatan," kata anggota Komisi V DPR Yudi Widia Adiana, Kamis (5/9/2013). Sebagai contoh, dia menyebutkan alokasi anggaran Kementerian Pekerjaan Umum pada 2013 mencapai Rp 83,33 triliun tetapi pada kuartal pertama 2013 baru tercatat penyerapan Rp 20,4 triliun atau 24,5 persen pagu.

Kementerian Perhubungan, lanjut Yudi, dengan pagu anggaran Rp 35 triliun, baru mencatatkan realisasi 17,6 persen senilai Rp 6,2 triliun. Pada periode yang sama pada 2012, realisasi tercatat mencapai 20,5 persen.

Perlambatan penyerapan anggaran juga terjadi di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Yudi menyebutkan kementerian ini mencatatkan penyerapan terkecil, karena per Agustus 2013 baru menyerap Rp 269 miliar atau 10,7 persen dari pagu anggaran Rp 2,51 triliun. Setali tiga uang, Kementerian Perumahan Rakyat baru mencatatkan penyerapan 16,8 persen senilai Rp 792 miliar dari pagu Rp 4,72 triliun.

Serapan belanja modal juga turun

"Sebagian besar dibawah 20 persen, bahkan belanja modal serapan hanya 17,7 persen senilai Rp 34 triliun dari pagu APBN-P 2013 Rp 192,6 triliun," kata Yudi. Dia pun menambahkan realisasi belanja modal pada tahun ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2012. Yudi menyebutkan, pada 2012 belanja modal di semester pertama mencapai 18,2 persen.

"Bagaimana kita bisa memperbaiki daya saing infrastruktur kita di dunia, kalau anggaran yang disiapkan tetapi kinerja penyerapannya lamban," kecam Yudi. Menurut dia pemerintah belum sepenuhnya fokus mengejar ketertinggalan infrastruktur. Dia berpendapat pemerintah seharusnya lebih serius berkomitmen mengawal belanja modal.

Padahal, kata Yudi, masih banyak pekerjaan rumah yang harus pemerintah selesaikan di bidang infrastruktur. Dari masalah jalan, pelabuhan, bandara, kereta api, sampai irigasi pertanian. "Pemerintah harus fokus membangun infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat," kata dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X