Perajin Tahu Tempe Sangsikan Ketiadaan Pasokan

Kompas.com - 05/09/2013, 14:44 WIB
Pekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013). KOMPAS/PRIYOMBODOPekerja memperlihatkan kedelai impor di toko Sinar Kedele di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (2/3/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Perajin tahu dan tempe meragukan penjelasan pemerintah tentang ketiadaan pasokan kedelai yang menyebabkan harganya melambung tinggi.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gakoptindo, Aip Syarifuddin, di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha, Jakarta, Kamis (5/9/2013). Forum dengar pendapat itu dihadiri Bulog, serta importir diantaranya PT Cargill, dan PT FKS Multi Agro.

"Kedelainya itu ada dan tersedia terus khususnya impor. Tidak ada stok itu enggak mungkin. Tapi harganya gonjang-ganjing," ujar Aip.

Aip merunut sejak 1978 hingga 1998, Bulog mengambil peranan monopoli perdagangan kedelai. Namun, meski dimonopoli Bulog, nyatanya pada 1992-1993 terjadi swasembada kedelai. "Itu jaman keemasan kami," kata Aip.

Perdagangan kedelai mulai tidak stabil pasca-1998, setelah diperbolehkannya importir selain Bulog untuk mmengimpor kedelai dari luar negeri.

Terhitung sudah dua kali harga kedelai mengalami gejolak. Pada 2008 harga kedelai melambung menembus Rp 8.000 per kilogram. Waktu itu, pembuat tahu dan tempe turun ke jalan.

Harga kedelai kembali bergejolak pada 2012. Waktu itu harga kedalai mencapai Rp 8.500 per kilogram. Setelah aksi tersebut, harga kedelai berangsur turun Rp 5.000 per kilogram, namun kembali berfluktuasi di kisaran Rp 6.000 - Rp 7.000 per kilogram.  Kali ini, harga kedelai mencapai Rp 10.000 per kg.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Aip menuturkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan mengatakan pengrajin bisa membeli kedelai dari importir dengan harga Rp 7.700 per kilogram.

"Harusnya kami beli dari importir harga kedelainya segitu. Tapi kami beli Rp 9.000 sampai Rp 10.000. Jadi sekarang kami ingin dengar kebijakan pemerintah, ada enggak keberpihakan kepada kami," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggota DPR: Realisasi Anggaran Food Estate Jangan Tumpang Tindih

Anggota DPR: Realisasi Anggaran Food Estate Jangan Tumpang Tindih

Whats New
Cara dan Syarat Perpanjang SKCK Secara Online

Cara dan Syarat Perpanjang SKCK Secara Online

Whats New
Saham-saham Ini Berpotensi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Saham-saham Ini Berpotensi Dilepas BP Jamsostek, Apa Kata Analis?

Whats New
PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

PT Ferron Par Pharmaceuticals Pasang PLTS 3.000 Meter Persegi di Cikarang

Rilis
Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Masih Dibayangi Lonjakan Kasus Covid-19, IHSG Menguat, Rupiah Stagnan

Whats New
Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Ekspor Dilarang, KKP Selamatkan Rp 138,4 Miliar dari Penyelundupan Benih Lobster

Whats New
Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Kurs Rupiah di 5 Bank Hari Ini

Whats New
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini Mulai dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Whats New
Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Dideportasi dari Malaysia, 145 Pekerja Migran Bermasalah Langsung Dikarantina

Whats New
Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Kasus Covid-19 Tinggi, Penerbangan dari Indonesia Dilarang Masuk Hong Kong Mulai Hari Ini

Whats New
[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

[POPULER MONEY] BPK Minta BP Jamsostek Lepas Sejumlah Saham | Cara Cek NIK KTP Secara Online

Whats New
Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Pelni Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1 Perkapalan, Ini Cara Daftarnya

Whats New
Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Fitur Biometrik Dikembangkan, Buka Rekening di BSI Mobile Tak Sampai 5 Menit

Rilis
Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Dalam Forum G20-LEMM, Sekjen Kemenaker Paparkan 4 Komitmen RI Terkait Isu Ketenagakerjaan

Rilis
Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Kerap Dicatut, KSEI Tegaskan Tak Pernah Tawarkan Investasi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X