Target Dividen BUMN Dipangkas, Ini Alasan Dahlan?

Kompas.com - 09/09/2013, 19:02 WIB
Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013). ESTU SURYOWATIMenteri BUMN, Dahlan Iskan, di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan baru saja mengajukan usulan kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk menurunkan target setoran dividen dari perusahaan pelat merah, dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2014.

Dahlan mengaku pesimis bisa mencapai target sebelumnya yang dipatok Rp 37 triliun, di tengah kondisi ekonomi yang bergejolak, ditambah pelemahan nilai rupiah atas dollar AS.

"Ya kalau optimis, kita enggak realistis, kan krisis seperti ini, rupiah seperti itu. Kalau tidak antisipasi, (berarti) tidak tahu realitas di lapangan," kata Dahlan ketika dikonfirmasi wartawan di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/9/2013).

Dari catatan Kementerian BUMN, sudah terlihat sejumlah unit usaha strategis yang mengalami penurunan keuntungan akibat pelemahan rupiah. Dahlan memastikan Pertamina adalah salah satu perusahaan pelat merah yang pasti mengalami penurunan keuntungan.

"Di Pertamina sudah pasti turun, karena beli pakai dollar AS, jual pakai rupiah," ujarnya. Selain itu, BUMN lain yang merosot keuntungannya adalah yang banyak menggunakan bahan baku impor, contohnya, sebut Dahlan, farmasi.

Di sisi lain, lanjut Dahlan, Kementerian BUMN juga akan mengurangi proyek-proyek yang banyak menggunakan bahan baku impor, sebagaimana himbauan pemerintah.

"Saya setuju dengan himbauan itu. Tapi yang sudah terlanjur kontrak, sudah bayar DP (down payment, atau uang muka) tidak mungkin ditunda. Kalau ditunda hilang nanti DP-nya," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X